DBR #15 The Invention of Hugo Cabret

The Invention of Hugo Cabret - Brian Selznick

The Invention of Hugo Cabret - Brian Selznick

Sinopsis :

Sebagai seorang yatim-piatu, pemelihara jam, dan pencuri, begitulah cara seorang Hugo yang berumur dua belas tahun hidup di dalam tembok-tembok Stasiun Kereta Api Paris yang sibuk, dimana kelangsungan hidupnya bergantung pada kerahasiaan dan anonimitas. Tetapi saat hidupnya dimasuki oleh seorang gadis eksentrik dan seorang pemilik toko mainan kecil di stasiun tersebut, kehidupan Hugo yang tersembunyi, dan rahasianya yang paling berharga, terancam bahaya. Sebuah gambar samar, sebuah buku catatan yang berharga, sebuah kunci curian, sebuah manusia mekanik, dan sebuah pesan rahasia, semuanya terkumpul .. dalam kisah The Invention of Hugo Cabret. (Penemuan Hugo Cabret)

(cr: http://www.theinventionofhugocabret.com/ .. translations by me 😀 )

~oOo~

Pertamanya ga tau apa-apa tentang buku ini maupun kisah dan bentuk penceritaannya. Tapi trus tertarik pingin beli. yasudah deh saya beli. Trus ntip-intip.. Kok banyak gambarnya yah? lebih banyak gambar daripada tulisan kayanya? Tapi setelah akhirnya betul-betul membaca, jadi ngerti ceritanya.

Setelah baca bukunya, langsung deh nonton filmnya. (beli bajakannya …… *ngaku dosa*) Dan dari filmnya juga akhirnya ngeh makna buku ini.

Berkisah tentang Hugo, seorang anak sebatang kara yang hidup luntang-lantung di stasiun kereta api Prancis di sekitar tahun 1931.Sebetulnya pemeran utamanya si Hugo. Tapi dengan luar biasanya, sebetulnya (kayanya sih) si penulis mau membawa kita ke dunianya Georges Melies alias Papa Georges dalam buku ini, yang aslinya memang ada di jaman Prancis kuno sebagai salah satu pionir pembuat film.

Sebetulnya awalnya bingung pas baca buku ini. Kisahnya kok agak ga jelas ya? Detailnya ada yang ga terlalu mendukung cerita, dan kisahnya jadi berputar bukan di pemeran utama si Hugo, tapi malah intinya jadi menghidupkan Papa Gorges kembali gitu..

Dan akhirnya saya tanya tante Wiki tentang si Georges Méliès yang disebut-sebut terus ini. Dan BAM! saya ngerti deh. *lebay mode*

Buku ini buat aku lebih kaya apresiasi dan penghidupan kembali seorang Georges, mulai dari buku-buku favorit Georges yang sering dia adaptasi jadi film disebutkan, dan juga hobi plus profesinya di bidang utak atik mesin dan sulap. Dikisahkan juga tentang efek kebangkrutan Georges waktu Perang Besar, dan banyak lagi.

Kisahnya bagus. Bahkan sebelum tau tentang sosokGeorges Méliès yang asli sekalipun dan masih agak bingungpun aku sudah suka sama bukunya dan ceritanya. Ini buku anak-anak yang luar biasa deh.

Gambar-gambarnya wihhhh, mantep. Suasana yang digambarkan, detail wajah-wajah dan juga lingkungannya dibuat dengan apik lah. Penulisnya (di official websitenya) berkomentar kalo ini bukan graphic novel. Bukan juga flip book. Ataupun film. Ini adalah kombinasi semuanya! gitu katanya.

Dan saya apresiasi sekali sama buku ini. 🙂

Setelah baca buku ini dan mendalami, rasanya seperti menemukan satu piece yang hilang dari pengetahuan saya. hehehe. Ternyata sebelum Walt Disney mendunia, ada sosok Georges Méliès toh. Ada orang yang sama hebatnya, sama imajinatifnya, bahkan lebih hebat dari Walt Disney kalo menurutku.

Buku ini membuka wawasan sekaligus membuat kisah baru yang mengelilingi kisah lain. Mantep lahh. Hebat penulisnya. *plok plok plok* Ga heran penulisnya dapet Caldecott Medal, yaitu medal untuk penulis buku anak terbaik gitu kurang lebih. 🙂

Back to the book!

Bacanya cepetttt, habis kebanyakan gambar. Seru deh, karena harus mentransfer gambar-gambar itu ke susunan kata-kata atau kisah lewat kata-kata sendiri untuk menyambung kisah yang sebelumnya dipatok oleh tulisan. Proses begitu terus, dan menyenangkan sebetulnya. Hehehehe.

Ceritanya kreatif, imajinatif, dan penuh sensasi. Karakter yang digambarkan oleh penulis betul-betul hidup, manusiawi, dan menyenangkan. Karakter seorang Hugo konsisten dari awal sampe akhir, begitu juga yang lainnya. Papa Georges juga digambarkan dengan baik, alur atau plotnya juga mendukung bangeeeet. Perubahan-perubahan dalam diri tiap karakter, detail-detail dalam kisah dipaket dengan apik dan endingnya ga terbaca sama sekali.

Kalo saya cuma baca bukunya saja, mungkin ga berbekas apa-apa, dan cuma mengagumi kekreatifan penulis (sekaligus ilustratornya) dalam membawakan cerita lewat tulisan juga gambar. Tapi trus setelah didalami saya jadi ga bisa lupa akan keindahan ceritanya.

Yang pasti, saya suka banget quote-nya Hugo.

“I like to imagine that the world is one big machine. You know, machines never have any extra parts. They have the exact number and types of parts they need. So I figure if the entire world is a big machine, I have to be here for some reason, too. (p378)”
Brian Selznick, The Invention of Hugo Cabret

Kalau dunia ini sebuah mesin besar, saya pasti punya tujuan tertentu juga! intinya sih buat saya begitu. Tapi quote ini betul-betul saya suka dehh.Dalem dan gue banget, gitu. 🙂 akhirnya ada yang men-translate ideologi saya (cieh bahasanya) selama ini dalam kata-kata. Seneng rasanya. hahahahaha

Yah, At the end, I enjoyed this book a lot. Semoga kalian semua juga! ^^

Sudah baca? Belum baca? akan baca? suka reviewnya? reviewnya aneh? comment please! 🙂 hehehe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s