DBR #16 Little Lady, Big Apple

Little Lady, Big Apple – Hester Browne

Sinopsis :

Di rumah, Melissa selalu jadi korban bulan-bulanan keluarganya.

Tapi di Little Lady Agency, ia mengubah dirinya menjadi Honey, si pirang yang superseksi, pengasuh para pria “bermasalah” di seluruh London—dengan agenda harian yang selalu penuh.

Namun sekarang pacarnya yang orang Amerika itu, Jonathan, mengundangnya ke New York untuk berlibur—dengan syarat Honey dan wig pirangnya ditinggal di rumah. Setelah ragu-ragu menitipkan agensinya ke sahabatnya yang tak pedulian dan kakaknya yang menyebalkan, Mel berangkat…

Tanpa sadar, ia sudah setuju memoles bintang film berbakat yang sedang menanjak tapi berkelakuan kasar, Ric Spencer, yang kebetulan sekali mantan pacarnya, padahal ia sendiri punya masalah dengan Jonathan, mantan istri Jonathan yang suka memdanipulasi, anjing terrier yang banyak maunya, dan krisis yang memuncak di agensinya ketika ia kembali ke Inggris.

Mampukah Melissa menaklukkan Manhattan? Ataukah hanya Honey yang bisa?

(cr: Gramedia)

~oOo~

Nekat baca buku ini tanpa baca buku pertamanya. Ga ada banyak problem sih, bisa ngikutin aja. tapi di tengah-tengah cerita.. rasanya maleees gitu, ngelanjutinnya.

Plotnya lambat! Detail banget dan agak bikin geregetan. (in a not really good way..), bertele-tele, gitu.

Sebenernya plotnya biasa aja, oke-oke aja. Tapi ada saat-saat seolah ga konsisten, seolah si penulis ga yakin mau gimana lanjutin ceritanya .. Dan akhirnya love-line-nya jadi ga ‘greng’ gitu. Tujuannya ga jelas. Dan endingnya juga akhirnya jadi ga ada gereget gitu.

Masalah yang diangkat juga ga bagus-bagus banget. Kalo mau bikin masalah harusnya ya sekalian aja diruwetin, biar pembaca bisa relate sama tokoh dan bikin gatel pengen baca terus. Maksudnya, masalahnya ga begitu ‘penting’, ga betul-betul bikin si Melissa (tokoh utama) dapet apapun, gitu. Nothing changed!

Endingnya jadi bikin males gitu deh. Kaya ga ikhlas.. ga ada yang selesai. Cuma love story-nya aja paling yang berakhir bahagia. Agak bikin bosen deh. Ga ada twist yang nonjok. Hehehe.

Gaya bahasa yang dipake juga ga terlalu berkarakter. Sayang banget. 😦

Satu-satunya yang aku suka cuma tokoh Nelson. Walau agak tidak manusiawi dan kaya mesin lie-detector but he’s a real guy for me! ideal guy! hahahaha jk jk. Tokoh yang satu ini supersweet, jadi not bad lahh. hahaha.

Plus point-nya lagi, ga ada adegan yang dewasa dan berbahaya. Jadi aman untuk dibaca .____. hahahaha

Yah, not really recommended sih. Paling 2,5 star buat aku. But what about you??

Udah baca? Belum baca? suka reviewnya? hehehe komennya ditunggu yah ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s