DBR #19 Son of Neptune (Heroes of Olympus #2)

The Son of Neptune – Rick Riordan

sinopsis:

Di selatan, di Negeri Nirdewa, mahkota legiun bersemayam.

Terjatuh dari es, putra Neptunus akan tenggelam

Saat terbangun dari tidur panjang, selain namanya sendiri, Percy hanya bisa mengingat sebuah nama—Annabeth. Dia bahkan tidak bisa mengingat siapa dia ataupun alasan kenapa banyak monster mengejar dan ingin membunuhnya. Tubuh Percy secara reflex berusaha melawan mereka dan bertahan hidup selama mungkin.

Dalam pelariannya dari para monster, dia menemukan sebuah perkemahan khas Roma. Perkemahan yang ternyata berisi anak-anak blasteran. Namun, Percy merasa itu bukan tempatnya walaupun dia tidak tahu apa alasannya. Dan, di sana dia menemukan sebuah ramalan yang harus dijalaninya. Bersama dua rekan barunya—Hazel dan Frank, Percy pun menjalani sebuah misi berbahaya untuk mencegah sebuah perang besar.

(cr: Mizan)

~oOo~

Yaaaaak seperti sudah diduga! Percy yang menghilang sudah ditemukan, saudara-saudaraa..

Setelah di buku sebelumnya (The Lost Hero) dikisahkan tiga pejuang baru di Camp Half Blood a.k.a Camp Blasteran, kini muncullah tokoh yang kita tunggu-tunggu dan rindukan, Percy! *yaaaaay*

Wah, memang Rick Riordan itu hebat. Jago banget bikin orang penasaran plus kangen sama tokoh-tokohnya. Nyesel berat lah kalo ada yang ngga baca buku-buku Percy Jackson.

Contoh aja buku ini. Berteman dengan tiga teman baru dan terdampar di camp yang betul-betul ga familier, yaitu camp Jupiter, tetep aja Percy itu Percy banget. Walaupun kalo dibandingin dengan buku-buku Percy yang dulu, memang kisah disini dibikin jauh lebih kompleks dan punya ciri sendiri, karena disini tokohnya ditambah kurang lebih, ehm, dua kali lipat. Not to mention the Gods and Goddesses..
Serius, mereka nambah juga. Dari yang tadinya cuma dikenal sebagai dewa-dewi Yunani yang udah familier gitu, ada muncul lagi dewa-dewi Romawi dengan nama yang berbeda dan karakter yang bisa dibilang beda juga..  sebetulnya baca kisah Percy sendiri aja udah pusing dengan nama-nama dewa dan serba serbinya, kali ini nambah pula.

Tapi ga masalah banget sebetulnya, karena ini buku dibungkus rapiiiiih dan kisahnya flownya enak banget, khas Rick Riordan banget. Sama kaya buku sebelumnya, membaca buku yang satu ini bikin orang kebayang-bayang terus, karena saking kerennya kisahnya. LOL!

Perkembangan dan perbedaan dari buku sebelumnya? well, kalo di buku sebelumnya konsentrasi mayornya cuma di Jason, di buku ini lebih rata pembagiannya. Mantep deh 🙂 jadi lebih seru, bahkan.

Hmm, cuma mau nambah pemikiran sendiri sih. Tapi kok rasanya gw lebih enjoy sama dewa-dewi Yunani yah, dibanding dewa-dewi Romawi? lol. Apa karena udah familier ato gimana.. tapi setelah diperkenalkan dengan sebegini banyak dewa dewi Yunani dengan wajah baru di Roma.. well.. rasanya kaya makan nasi goreng yang tadinya pake krupuk biasa diganti sama krupuk udang. rasanya agak gimanaaaaa gitu. Tapi yah, kalo dari sisi cerita, tetep bagus!

 

Ga akan pernah nyesel baca bukunya Rick Riordan. ‘ll be waiting for the next book.. tapi yang pasti gw bener-bener kaya orang udah kebelet pipis trus kejebak ditengah macet.. alias udah kebelet BANGET pengen baca lanutannya! SUMPAAAAAH GA TAHAAAAAAAAAAAN.

 

kayanya penjelasan barusan cukup untuk meringkas keseluruhan cerita; begitu bagusnya, patut untuk dikangenin! hehehehehee 😀

 

HBU!? udah baca? baru mau baca? suka reviewnya? komen dong 😉

thanks for reading, Happy reading!

Iklan

4 thoughts on “DBR #19 Son of Neptune (Heroes of Olympus #2)

  1. rie berkata:

    Nice review Kezia. Percy forever deh pokoknya:)
    aku barusan selesai baca the mark of athena. Percy and Annabeth romantis kaleeee… hehehehe…
    yang bikin bete sih mesti nunggu setaon lagi buat ngelanjutinnya ;(

    • k321o berkata:

      wahhh kok bisa udah baca mark of athena??? mau juga doooong!!! hahaha

      iya nih. setaon kok lama amat yahhh.. padahal udah kebelet pgn bacaaa!! x’D

      thx for coming by btw 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s