DBR #22 Jakarta!

Jakarta! by Christophe Dorigné Thomson

Sinopsis :

Jakarta! bercerita tentang kesenjangan generasi, kekuatan dunia yang berubah dinamis, pemaknaan atas kemudaan, dan pencarian jati diri. Tentang seorang anak muda Eropa, berasal dari benua tua dan menjadi orang dewasa di dunia baru. Di Jakarta, the Big Durian, ia menemukan makna yang selama ini dicarinya.

(cr : GPU)

~oOo~

Dalam rangka peringatan hari pahlawan which is beberapa hari yang lalu, saya memutuskan untuk posting review buku yang ada bau-baunya tentang Indonesia. (Ya memang sih agak di dramatisir sedikit padahal karena memang rencana mau review buku ini)

Anyways. Begitu lihat buku ini di toko buku, jujur gue langsung tertarik. Penulisnya kok namanya keren amat? Apa orang Indo darah campuran Eropa? Eh ternyata setelah liat belakangnya, ternyata memang penulisnya orang Eropa. Mulai deg-degan deh gue. Belum lagi komentar-komentar yang ditulis di bagian belakang buku, menggiurkan sekali! Sebagai orang yang ‘agak fanatik’ soal cinta negara, gue jadi kepengen beli. Padahal udah nahan-nahan biar beli satu buku aja minggu kemaren. Tapi akhirnya kebelet beli buku ini juga.

So as you can see, saya baca buku ini karena penasaran akan latar belakang dan kisahnya si penulis. Hm.. mungkin kali ini pembahasan gue ga bisa disebut review-review amat karena gue sendiri takut nge ripiu-nya, saking luasnya isi buku ini dan begitu minimnya wawasan saya. Jadi mungkin bahasan-bahasan ringan aja ya.. yang sanggup kepikiran sama gue aja yang gue tulis.

Jadi buku ini adalah buku tanpa dialog. Buku pertama yang gue baca tanpa dialog. First gold star gained, hehe. Unik rasanya. Kaya nonton film, tapi suaranya di mute. Terus betul-betul rasanya ga biasa deh,pengalaman seru bacanya.

Poin kedua sebelum gue bahas soal isinya.. kalo buku disebut jendela dunia, buku ini betul-betul bukti nyatanya. Gue seneng untuk akhirnya ngeh apa yang orang bilang buku itu jendela dunia. Dari buku ini gue jadi berasa bego. Which is good, karena gue orang yang sok pinter, lol. Buat gue buku ini seolah jadi bukti bahwa gue sebenernya ga tau apa-apa tentang dunia, hahahaha.

Sekarang komentar yang sebenar-benarnya tentang buku ini..

Buku ini seperti ditulis di kata sambutannya, adalah buku yang dipenuhi opini penulis. Opini penulis tentang dunia, tentang keadaan ekonomi negara-negara maju dan berkembang, tentang sikap-sikap manusia dan masyarakat di mana-mana.

Banyak kali beliau menyinggung tentang India, Brasil, Cina. Amerika, Eropa.Banyak kali juga beliau memberikan opini yang bisa dibilang cukup negatif. Nah ini dia. Gue kan bacanya karena alasan gue penasaran kenapa sang bule penulis ini jatuh cinta sama Indonesia. Trus gue baca komentar-komentar dia tentang keadaan politik, kebijakan-kebijakan negara lain.. dan komentarnya jarang yang bagus banget. Memang komentarnya detail, penuh informasi (yang bisa jadi fiksi bisa jadi betulan), tapi ga cuma itu juga sekaligus penuh kritik pedas! Mulai dari komentar bagus, jelek, sampe komentar yang mbulet gue sampe ga ngerti ada. Nah loo.. gue jadi makin kegatelan deh. Dia punya banyak komentar yang kurang bagus buat negara lain, gimana caranya kok dia bisa demen sama negara kite?

Alesan itu yang bikin gue tetep kukuh maju terus, walaupun rasanya pengen gue loncatin aja itu semua bab langsung. Habisnya kisahnya yang tanpa dialog dan menitik beratkan di opini penulis daripada alur cerita bikin gue sebagai orang yang biasa baca kisah naratif intens jadi rada.. ehm.. cape bacanya. Hehehe.

Belum lagi gue juga rada pesimis jadinya.. Jangan-jangan si penulis cuma jatuh cinta ‘semu’ sama negara kita, habisnya di negara kita kan banyak cacatnya.. hehehe *curcol* Satu hal lagi – penulis baru nyebutin dan mengomentari Indonesia.. di 20-30 halaman terakhir. Damnnn.. Padahal alasan utama gue baca buku ini cuma untuk part itu. Nunggu sambil deg-degan untuk akhirnya baca kata ‘Indonesia’. Tapi munculnya minim sekali. Hmmm…….. (<__<)

Dan kalau mau jujur .. gue rada kecewa juga sih. Habis seolah-olah proses jatuh cintanya itu.. gara-gara klub malamnya. gara-gara cara orang sini berpesta. Gara-gara keramahannya. Gara-gara potensinya di mata tokoh utama. Ya mungkin aja ini cuma bagian dari narasi untuk betul-betul kasih alasan yang logis dan positif buat pembaca gimana Indonesia itu pantes dicintai. Tapi ya sejujurnya sih gue rada kecewa..
Lah wong gue baca buku ini buat bagian itunya tapi malah cuma begitu doang.. Dia juga ga komentar banyak tentang politik, ekonomi Indonesia, ga kaya negara-negara lain yang dia sebutin sebelumnya.

Dari segi cerita tapi lumayan seru lah, petualangan si tokoh utama. Belum lagi pengalaman unik baca cerita tanpa dialog.. hehehe. Priceless 🙂 Dan banyak opini si penulis ditulis disini.. Ada bagian-bagian pendapat beliau yang gue setuju, ada juga yang ngga. (dan ada juga yang gue ga ngerti.. ehehehe) Tapi karena memang buku adalah salah satu media untuk menyalurkan pendapat, jadi gue ga masalah banget sih. kekeke..

Lalu.. gue sebenernya ga ngerti apa-apa tentang geopolitik dunia, intrik-intrik dunia ekonomi dan bisnis (?) dan hal-hal kaya gitu. Karena itu, baca buku ini yang penuh dengan hal-hal tersebut diatas jadi kaya baca panduan bikin pesawat. Ga tau deh bener apa ngga sebetulnya yang ditulis di buku ini. Akurat atau ngaco. Banyak benernya apa fiksinya. Jadi gue manut-manut aja bacanya. Mungkin kalo gue punya pemahaman yang lebih tentang hal ini bisa juga gue bahas disini. Tapi karena keterbatasan gue, jadi maybe next time, hehehe..

Dan note khusus untuk yang udah baca, tolong dong kalo bisa kasih tau aye, sebetulnya buku ini termasuk buku genre apa ya ? (._____.) *Peace*

Btw, just my personal comment nih.. Kalo tokoh utama di buku ini jatuh cinta seolah karena faktor-faktor kehidupan malam dan masyarakatnya dan sebagainya.. hmm, gue cuma mau bilang. Gue ga menikmati itu semua dan jatuh cinta sama Indonesia. Gue dengan naturalnya cinta negara gue. Gue mau percaya bangsa gue punya kemampuan dan kesempatan jadi bangsa yang besar, jadi penjunjung inovasi, jadi negara yang baik. I hope semua kita juga begitu. Kita semua punya potensi, ayuk sama-sama bangun kampung kite! 🙂

*Udah baca bukunya? belom baca? berniat baca? ada komentar? ayuk2 tulis di bawah ..  :)*

Iklan

4 thoughts on “DBR #22 Jakarta!

  1. Sinta Nisfuanna berkata:

    Kenapa judulnya Jakarta! kalau cuman dibahas 20-30 halaman terakhir? bingung jadinya. Soalnya sejak liat buku ini fanpage Gramedia aku udah ingin berat buku ini. Tapi timbang menimbang lagi deh, sepertinya pinjam dulu sebelum masuk daftar koleksi. Btw, paragraf terakhir review ngingetin ma semangat yang diusung Nasional.isme 😀

    • k321o berkata:

      Sejujurnya aku juga bertanya-tanya kenapa judulnya Jakarta.. hehehe..
      Tapi kisahnya ga jelek, tergolong bagus kok. Kaya dengan pandangan-pandangan yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Jadi memperluas wawasan rasanya. hehehe.

      iya, aku udah baca juga nasional.is.me, suka dengan semangatnya. Semoga makin banyak yang ketularan deh! hehe
      thanks for visiting btw! salam kenal! 😀

    • Mel berkata:

      Benar sekali, Saya peribadi melihat ini sebagai bentuk “pembodohan” terhadap bangsa Indonesia.
      1. Bayangkan hanya 2 bab terakhir yang menceritakan tentang Indonesia.
      2. Ucapan terimakasih untuk Indonesia bisa berlembar2 termasuk kepada Presiden, pejabat, dll, sementara buat negara lain hanya maskimal 5 baris.
      3. Saya menduga Christophe ini akan juga menjual novel tersebut di negara yg tercantum dengan memberi judul misal “MUMBAI!” atau CALIFORNIA!, TOKYO (namun rasanya negara2 itu cukup selektif dan tidak tertarik)
      4. Kalau di kota-kota besar lainnya, tokoh kita ini hidup di apartemen mewah, hotel di pusat kota, makan di roof top, dan hidup glamour, tapi kok di Indonesia malah stay di daerah Kemang (saya pikir dia tinggal di Jalan Jaksa!)
      5. Mungkin kalau judulnya bukan Jakarta, novel ini bisa lebih menarik, tapi ya itu tadi, atas nama Marketing, nampaknya hanya INDONESIA yg mau menghargai karya Bule satu ini

      • k321o berkata:

        Halo kak Mel, salam kenal 😉
        Wah kelihatannya kak Mel memang kurang suka ya sama si penulis..? hehehe
        Hmm kalo untuk aku sendiri, memang ada bagian yang mengecewakan, yaitu harapan untuk melihat lebih Indonesia atau lebih tepatnya Jakarta lewat sudut pandang seorang ‘asing’. justru tidak ditemukan di buku ini, padahal itu salah satu motivasi besar buat aku untuk beli dan baca buku ini.
        Tapi mungkin kalo aku, mungkin aku bakal lebih menganggap buku ini sebagai salah satu jendela untuk mengerti pola pikir orang yang ‘asing’ dan ga biasa serta belajar sedikit tentang geopolitik dunia dan realita. 🙂
        But still, makasih lho kak udah berbagi pendapatnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s