DBR #27 The Amulet of Samarkand (The Bartimaeus Trilogy #1)

Jonathan Strouud - The Amulet of Samarkand

The Amulet of Samarkand – Jonathan Strouud

Sinopsis :

Nathaniel, si penyihir muda, diam-diam memanggil jin berusia 5.000 tahun bernama Bartimaeus. Tugas untuk Bartimaeus tidak gampang – ia harus mencuri Amulet Samarkand yang berkekuatan dahsyat dari Simon Lovelace, master penyihir yang kejam dan ambisius.

Bartimaeus dan Nathaniel pun terlibat dalam intrik sihir yang penuh darah, pemberontakan, dam pembunuhan.

(cr: Gramedia)

~oOo~

Saya officially jadi fans-nya catatan kaki buku ini. Satu hal paling lucu dan unik yang pernah saya alami selama perjalanan membaca buku.. ya, bisa jatuh cinta sama catatan kaki. Ga heran kalau anda heran. Wong saya juga heran kenapa bisa gitu. hahahaha..

Anyways, kayanya kurang ajar langsung main ceplas-ceplos kalo belom menceritakan sebenarnya isi buku ini.

Jadi kisah di buku ini dimulai dengan pemanggilan Bartimaeus, si jin ‘perkasa’. (menurut dia sih. tapi saya gak akan bilang ga setuju juga sih….) Dia diberi tugas mencuri amulet Samarkand dari Simon Lovelace, seorang master penyihir.

Awalnya, sama kaya Bartimaeus, saya juga ga ngerti mau buat apa itu amulet. Tapi cerita berlanjut.

Di bagian pertama ini, alurnya maju-mundur, belok-belok, jadi rada puyeng gitu bacanya. Ditambah dengan keadaan POV (sudut pandang) yang berubah-ubah dari orang pertama-tiga-satu-tiga gitu bikin saya rada mual, rasanya kaya baca buku yang tulisannya kecil di atas mobil aps lagi macet ga jelas.*lebay + maksa ya? :P*

Pertama di ceritain dari sudut pandang Bartimaeus, si jin yang male banget dipanggil dari dunia-nya untuk melayani penyihir. Mending kalo penyihir keren, kuat, master besar dsb eh ternyata yang manggil dia cuma anak ingusaaaan. Bartimaeus murka, pengen mngerjain anak itu, tapi ternyata ga bisa, karena ternyata anak itu lebih jago dari yang dia kira dan semua orang kira.

Lalu mulailah diceritain latar belakang si Nathaniel a.k.a anak yang manggil Bartimaeus itu. Sampai akhirnyaaa, eng ing engg diceritainlah kenapa Nathaniel pengen nyolong amulet Samarkand ini, which is untuk balas dendam pada Simon Lovelace yang sudah mempermalukan dia. Tapi memang kurang beruntung sekaligus kelewat beruntung, ternyata dengan aksinya itu si Nathaniel menerjunkan diri ke dalam intrik pemerintahan sihir di Inggris. Maka mulailah kisah mereka berdua, si jin narsis dan anak ingusan sok. Zeruuuu xD

Gile saya demen banget banget banget sama buku ini. LUCU BANGET! nggak sih, lebay. Tapi pokoknya lucu. Tokoh favorit saya jelas si Bartimaeus lahh. Karena hobi-nya dia ngobrol sama pembaca lewat catatan kaki-lah yang bikin lucu dan rada ngeganggu di beberapa bagian karena memecah konsentrasi dari jalannya cerita.. atau cuma saya aja ya?.

Catatan-catatan kaki inilah yang mendukung menggambaran karakter si jin gila ini. Dua killer line favorit saya nih :

(Halaman 233) Benakku bekerja dalam beberapa level bersamaan.*

*Beberapa level alam sadar, maksudku. Dalam keadaan biasa, manusia hanya dapat mengendalikan satu level alam sadar, dengan dua atau lebih alam bawah sadar yang berkecamuk di dalam benak. Pikirkan saja seperti ini : aku dapan membaca buku yang berisi empat cerita yang diketik bertumpukan, dan menyerap semua cerita itu dengan sapuan mata bersamaan. Sementara kau cuma bisa membaca catatan kaki.

kurangajar ini jin emang xD

satu lagi yang menunjukkan betapa narsisnya tokoh utama kita ini..

(Halaman 281) Mahkluk-mahkluk halus itu dari jenis yang berkekuatan lemah, kebanyakan imp suruhan*

*Makin kecil kekuatan si mahkluk halus, makin cepat dan mudah mereka dipanggil. Kebanyakan kerajaan penyihir mempekerjakan penyihir-penyihir khusus untuk memanggil gerombolan imp dalam waktu singkat. Hanya kerajaan-kerajaan lebih bersar yang memiliki kedalaman kekuatan untuk menciptakan pasukan dari entitas yang lebih tinggi. Yang paling tersohor dalam kasus pemanggilan pasukan seperti ini adalah Firaun Tuthmosis III pada tahun 1478 SM. Pasukan itu meliputi selegiun afrit dan segerombolan jin tingkat tinggi, di mana pastinya yang paling terkenal adalah.. Tidak, kerendahan hari mencegah diriku melanjutkan kalimat ini.

Hahahahahaha. Minta dijitak abis!! xD

anyways, overall memang alurnya rada bikin pusing dan rada memalukan juga saya membaca buku ini stop-stop gitu, machett, tapi akhirnya selesai juga dan saya senang karena sudah membacanya xD

Penerjemahnya kak Poppy D. Chusfani, dan ga heran terjemahannya oke. Lucu juga, rada awkward gitu soalnya saya baca buku ini barengan sama Inheritance, yang juga diterjemahkan beliau, tapi saya baca versi inggrisnya… (.___.) *ditendang ke langit sama kak Poppy* hehehehe

btw, FYI..sedikit curhat.. ini kan buku udah lama banget. Tapi baru baca sekarang karena: 1. dapet bukunya diskon daaan.. 2. dulu saya serem liat covernya. ga berani baca cuyyy xD

anyways, yang pasti buku ini highly recommended buat yang suka genre fantasy 🙂

mohon jangan sebel (atau sebel juga ga apa-apa sih) sama interfensi-interfensi ga penting dari catatan kaki-nya si Bartimau\eus. He’s so funny and annoying. Selamat dijahili! ;D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s