DBR #30 The False Prince

The False Prince - Jennifer A. Nielsen

The False Prince – Jennifer A. Nielsen

Sinopsis :

Empat anak laki-laki diculik. Empat anak yang penampilannya amat sangat mirip.

Sage, salah satu di antara mereka, membongkar fakta di balik penculikan itu – bahwa ada yang akan dipilih untuk berperan menjadi pangeran yang hilang – ia tahu bahaya sekarang menghadang.

Sage sadar hanya ada satu cara supaya ia bisa bertahan dalam permainan penuh kebohongan dan kelicikan ini.

Ia harus menjadi sang pangeran … atau ia akan dibunuh.

(cr : Gramedia)

~oOo~

A story about a prince, yay! tentang kebohongan, yumm! tentang petualangan, oh yes! cuma kriteria itu yang muncul waktu lihat buku ini dan langsung fix dibeli dan TIDAK di-buntel. #CONFESSIONofabuntelaners

Dari awal baca buku ini, jelas buat aku bahwa ini jenis buku yang page turner. Ceritanya garis besar adalah tentang rencana dari seorang bangsawan bernama Conner untuk menguasai tahta dengan menghadirkan seorang pangeran palsu di istana, sebagai bonekanya dia. Beliau keliling ke panti asuhan di seluruh negeri untuk menemukan pemuda yang ‘mirip’ dengan pangeran yang sudah hilang dari kerajaan selama empat tahun, yang dianggap sudah mati. Dan karena alasan itulah kita ketemu Sage yang luar biasa, pengiring kita dari awal sampai akhir.

Karakter Sage dari awal bikin jatuh cinta. Kalau aku nyari jodoh, ya ini jenis jodoh yang aku mau.. #lho *salahkonteks* maksudnya, jelas kelihatan kalau karakter seorang Sage betul-betul dibuat dengan serius. Seorang yang nakal, gila, iseng, cerdik tapi juga bisa mikir. DAN yang pasti, karakternya konsisten. Cerdiknya tetep ada dari awal sampai akhir. Nakalnya tetep ada dari awal sampai akhir. dan yang pasti ‘itu’ nya juga ada dari awals sampai akhir tanpa diketahui…… jangan berpikiran aneh-aneh, baca aja bukunya juga entar ngerti! lol

Dari beberapa halaman awal, karakter Sage yang berandal udah digambarkan dengan sangat baik sekali, yaitu dengan cara ngomongnya yang cerdas sekaligus nyeleneh abis. Waktu Conner pertama ketemu dia dan mau ‘beli’ dia dari panti asuhan, Conner diberi tahu siapa namanya oleh si ibu penjaga panti.

Conner mengerutkan kening dan menggeleng. Hiburan usai. “Apa yang bisa kau lakukan, Nak?”

(Jawaban Sage) “Karena kau tadi menanyakan namaku, sebaiknya kau pergunakan.”

Ihihihihihihii kalo ane jadi Conner udah ane jewer dia, gemes dan terpukau. Anak macam apa ini… ckckck. Tapi justru karena karakternya menarik sekali jadi berasa ga bosen bacanya! asik rasanya, seru pingin tau apa yang akan Sage lakukan berikutnya.

Buku ini diceritakan lewat sudut pandang Sage sebagai orang pertama. Tapi di bab 42-43, si penulis menceritakan lewat sudut pandang orang ketiga, karena bagian yang diceritakan cukup mengubah seluruh pemikiran tentang cerita. Setelah itu memang cerita di lanjutkan lewat sudut pandang Sage lagi, tapi semua berubah… ketika negara api menyerang..

Garis ceritanya bagus. Klimaks yang dibangun oh so unexpected. Dari awal aku udah tau Sage pasti kepilih sebagai pangeran dan bikin penasaran gimana penulis bakal mengeksekusi cerita, namun rupa-rupanya si penulis memang sudah diilhami kecerdikan, syukur kepada Tuhan. Ceritanya jadi sangat seru sekalih, saya senang memilih baca buku ini. Senang pake banget. Terus yang paling pasti.. ceritanya ga dipaksain. Walaupun memang agak lambat di depan-depan, banyak menceritakan tentang ke-galau-an Sage harus jadi pembohong yang ga bohong.. seumur hidupnya, rencana-rencana dari Conner yang busuk.. Memang sih agak berasa pointless  sekarang setelah direnungkan. Buat apa itu panjang-panjang depannya ditulis? detail tentang gimana Conner memberi tiap bocah training supaya kelihatan pangeran banget, perseteruan antar anak supaya dipilih jadi pangeran, ketegangan-ketegangan di dalam Farthenwood a.k.a tempat tinggal Conner, dan ‘ketertarikan’ antara Sage dengan Imogen si pelayan cantik yang pura-pura bisu.. waktu selesai baca buku ini, aku agak bingung kenapa itu semua di ceritakan. But I enjoyed it so no problemmmmm~

Jelas kalo buku ini jenis one shot aku gak akan merekomendasikan karena ga penting banget nulis sepanjang itu untuk ending yang ga mengakhiri dan menjelaskan semuanya. Tapi rupanya dia bagian dari trilogy jadi bisa dimengerti. Mungkin untuk background cerita-cerita yang berikutnya kali yah.

Tapi sebagai hidangan pembuka, buku ini cukup bikin kenyang dan bahagia. Seru. Aku sampe agak pesimis apakah buku keduanya bakal bisa menyamai atau melebihi kisah di buku pertama. Semoga iya sih. Aku berharap begitu.. haha.

Buku ini recommended, seru. Plus menyenangkan sekali, karena saya sendirih suka banget pribadi kaya Sage yang iseng tapi mikir. Kagum rasanya lihat sosok kaya begini #jadicurhat hahaha

Anyways, jelas buku ini pantas diberi banyak jempol dan worth reading banget. Kalo ga ada uts kemaren-kemaren mungkin sudah saya lalap samapi jam 3 pagi. Untung saya masih tahu diri. =___= lol. Highly recommended! Check it out youself, ga rugi deh. 😀

Happy reading! thanks for coming by! 😀 😀

Iklan

3 thoughts on “DBR #30 The False Prince

  1. astrid.lim berkata:

    Awww masih nunggu buku ini dikirim, ga sabaaaar 😀 baca reviewnya juga jadi loncat2 karna takut ada bagian yang kurang surprise lagi nantinya hihihi

    • k321o berkata:

      ihihihii iyanih, kayanya aku membiarkan banyak sekali hint tentang cerita bertebaran dimana2 xD xD ga akan rugi bacanya sih menurut akuuu 😀 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s