DBR #33 The Queen at War

The Queen at War - K.A.S Quinn

The Queen at War – K.A.S Quinn

Synopsis :

Gadis biasa dalam perjalanan luar biasa melalui waktu.

Di New York abad 21, hal-hal ganjil terjadi pada Katie. Sosok-sosok aneh bermunculan di hadapannya: mulanya gadis merah berambut merah-panjang, lalu pria pucat dengan topi sutra tinggi warna hitam. Kemudian, Katie mendapat pesan misterius yang membawanya melesat ke masa lalu melalui waktu.

Di London abad 19, Ratu Victoria bertakhta di Inggris dan negerinya hampir berperang dengan Rusia. Sementara itu, di balik layar, ada perang yang lebih besar yang hampir pecah-perang yang menentukan nasib seluruh dunia. Semua orang berharap Katie dapat mencegah bencana. Namun, untuk seorang penjelajah waktu, Katie melesat terlalu cepat.

(cr : Metamind)

~oOo~

KYAAAAAA pink! (baca : euh.)

terlalu mencolok!

Tapi anehnya bikin jatuh cinta. Walaupun saya benci warna pink, tapi kali ini bukunya jadi super eye-catchy dan bikin pengen baca terus. Gak tau magic model apa yang dirapalkan ke buku ini, yang pasti ini buku bener-bener page turner yang gila banget. Mungkin ada hubungannya dengan covernya? gak tau juga sih.

Bagi beberapa orang mungkin ceritanya agak immature, ga nyambung, atau gimana .. tapi buat saya, ini jelas buku yang saya.suka.banget! kekeke..

Oh iya, ini buku kedua dari Chronicles of the Tempus. Buku pertamanya judulnya the Queen Must Die. agak serem yak?

Walaupun sejujurnya beberapa bagian dari buku 1 udah lupa, tapi syukurnya saya tetep bisa menikmati buku yang satu ini. 😀

Nah, nah, sebelum lanjut baca review ini lagi, saya peringatkan yaaa. Ga nanggung loh ya kalo saya kepeleset dan jadi ngasih spoiler! lalalalalala~ 😛

Jadi ceritanya bermulai dari kakak perempuannya James, namanya Grace, balik ke Inggris karena kangen keluarganya. Padahal udara Inggris dan perlakuan yang didapat Grace di istana justru cenderung memperburuk penyakitnya, yaitu penyakit paru-paru. Belum lagi, ayah James dan Grace yang adalah dokter kerajaan, justru lebih jago cingcong (baca: ngoceh dan ngegosip) daripada mengobati orang.

Akhirnya Putri Alice dan James memutuskan untuk minta tolong DuQuelle untuk memanggil Katie balik ke zaman itu lagi, karena dari kunjungan terakhir Katie, dia menunjukkan bahwa pengetahuannya (walaupun minim) tentang pengobatan yang bener dari abad 21 berguna banyak buat pengobatan adik Alice. Alice dan James berharap banyak karena mereka sayang banget sama Grace.

Awalnya DuQuelle gak mau. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk memanggil Katie juga. AAAAAND the adventure beginss… #ea #plak

Rupanya, DuQuelle sudah ada rencana sendiri. Dia ga memanggil Katie cuma karena Alice dan James butuh kedatangannya, tapi rupanya kehadiran Katie punya tujuan khusus : dia adalah Tempus, sang terpilih. Tepatnya, Tempus Fugit – yang di sini diartikan sebagai orang yang berjalan melalui waktu.

Waktu Katie akhirnya masuk ke abad 19, setelah perjuangan memecahkan teka-teki pemanggilan dari DuQuelle, Katie tanpa sadar telah memenuhi keinginan dari dua ‘penguasa’ dunia lain : Lucia dan Belzen, kebaikan vs kejahatan.

Banyak kejadian terjadi, Inggris mengalami perang. Kakak laki-laki James, Jack, dikirim berperang. Padahal bibit-bibit romansa mulai tumbuh antara Katie dengan Jack.. #spoileralert

Ternyata, perang ini juga adalah perang untuk Katie dan dua anak lainnya – para Tempus. Hasil dari peperangan tiga anak inilah yang akan menentukan bagaimana masa depan manusia berlanjut – dikuasai kejahatan? atau justru ‘tertipu’ kebaikan?

Kisah ini epic tingkat tinggi, karena penulisnya betul-betul tau bahan yang dia omongin. K.A.S Quinn, penulisnya, degree nya memang history & english, dan bikin tesis dengan tema tuberculosis! (ga heran penyakit ini keluar di bukunya dan berhasil dijelaskan dengan detail.. kamu main curang yaaaa bu penulissss.)

Yah, yang pasti dengan background history-nya yang amit-amit jagonya, jadi penceritaan yang lengket banget sama historical facts bisa lancar, karena beliau memang pakar sihh. Curang ya? dia bisa bikin pluntiran sejarah secara fiktif.. ngiri ahhh! hehehe.

The Crimean War

Florence Nightingale

Florence Nightingale

mary seacole

Mother Mary Seacole

Captain Nolan memberikan perintah yang mengakibatkan ‘blunder’ Charge of Light Brigade – Crimean War

Makanya dengan penuh percaya diri si ibu penulis bisa membawa tokoh dunia seperti Florence Nightingale dan Mary Seacole ke dalam cerita ini, lengkap dengan detail karakteristik mereka.

Beliau juga dengan berani menuturkan kembali Crimean War, bagaimana perang ini adalah perang modern pertama dalam masa komunikasi massal – perang pertama yang di ‘rekam’ secara fotografi, perang pertama yang menggunakan telegram, the first “newspaper war” (cr: The War that made Britain ‘great’) dan William Russel, si jurnalis The Times yang gokil – juga tentang wabah kolera di medan perang serta blunder di Charge of the Light Brigade dengan sedikit bumbu fiktif.. betul-betul deh. Ini bukti asiknya cerita saat yang menulis tau apa yang dia tulis. Coba aja search all the facts yang disebutin di buku ini, dan bisa dibuktikan informasi latar dari buku ini akurat! sakit jiwaaaa~~

Saya suka hampir semua tokohnya, karena digambarkan dengan sangat baik sekali.

Putri Alice yang bijak dan kharismatik, Grace yang lembut dan dewasa, juga kecewek-cewekan, Katie yang beringas dan berani karena ‘orang Amerika’, James yang merasa lebih tinggi, lebih pintar, dan lebih dari semua teman-teman gadisnya, Jack yang iseng dan dibutakan euforia perang, Felix yang juahatnya ampun dan auranya yang ‘mematikan’ (yang ini justru cenderung digambarkan dari nuansa yang ditangkap oleh Katie setiap lihat/ketemu dia, bukan dari tingkahnya), juga DuQuelle yang entah kenapa kesannya misterius tapi gokil kaya Mad Hatter, Florence Nightingale yang bijak dan tegas, dan banyak lagi..!

Pengembangan karakter-karakternya setelah melewati ‘petualangan’ (yang lebih seperti ‘kegilaan’) di Crimean War, diceritakan dengan baik sekali.

Yang paling utama, perkembangan karakter si Katie alias tokoh utama. Digambarkan dengan baik bagaimana dia akhirnya memilih jalurnya dan melakukan yang benar, walaupun dia sendiri sebelumnya ga pernah betul-betul ‘yakin’ dengan diri sendiri.

Saya benci sekali harus menghadapi kenyataan bahwa buku ini punya akhir juga 😦 ga pingin berhenti bacanya. hehehehehe..

Satu nilai bagus yang saya tangkap dari cerita ini adalah tentang keberanian memilih yang benar. Walaupun kadang resikonya seolah tidak sepadan, kalau kita tau pilihan kita benar, maka laksanakan dengan berani! Jangan sampai perkataan dan pemikiran orang lain menghalangi kita untuk melakukan hal yang benar. 😀

Oh. Iya. Typo nya amit-amit. Banyak banget, bertebaran kaya jamur… :/

terus masa di sini disebut ‘Union Jack’ itu bendera Amerika? Haloooo, editor? big blunderrrrr..

Union Jack!

Union Jack!

tapi yasudahlah, toh saya suka ceritanya jadi ga terlalu masalah~ hehehe..

anyways!

Saya seneng banget baca bukunya. hbu?

post ini adalah bagian dari :

Young Adults RC by Tea Time and Books

Young Adults RC by Tea Time and Books

Iklan

3 thoughts on “DBR #33 The Queen at War

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s