DBR #35 Ender’s Game

Orson Scott Card - Ender's Game

Orson Scott Card – Ender’s Game

Sinopsis :

Bumi tak lagi aman. Bugger, makhluk mirip belalang dari planet misterius, menyerang. Kedua ras itu bertempur saling memusnahkan.

Keselamatan Bumi ada di tangan Ender. Ender, si anak bawang dalam keluarga, tak menyangka mendapat tugas penting untuk menyelamatkan bumi. Kekuatan dan kecerdasannya sangat berperan di dalamnya.

Akan tetapi, permasalahannya tak sekadar ada padaBugger atau bahaya yang mengancam Ender. Beberapa pemimpin ambisius mulai memperebutkannya, termasuk, Peter, kakak sulungnya. Dengan kecerdasannya, ambisi Peter untuk menguasai dunia begitu mengerikan. Bagaimana Ender menyelesaikan masalah ini?

~oOo~

Dipublikasi tahun 1985, buku ini berhasil banget bikin kepala saya muter tujuh keliling.

Kok bisa-bisanya ada penulis sejenius ini ya?

Beliau berani memaparkan teori-teori fisika dan pemikiran-pemikiran, inovasi hebat dalam teknologi.. What the hell!

Dan bahkan sampai saat inipun, tulisan-tulisan dia tentang teknologi seperti yang dipaparkan di Ender’s Game masih bisa dibilang jauh dari ketinggalan jaman. Gila.

Anyways!

Buku ini cerita tentang Ender, Andrew Ender Wiggin, seorang anak ketiga yang lahir di dunia yang baru habis perang lawan bugger. Bugger itu alien yang bentuknya mirip serangga. Mungkin kalau udah nonton filmnya, lebih kebayang seperti apa rupanya. Ender yang jenius luar biasa akhirnya direkrut sama militer untuk dilatih.

Ini gila, karena militer sengaja memilih anak-anak jenius untuk jadi komandan-komandan pasukan untuk persiapan melawan bugger kalo mereka kembali lagi. Yang ternyata.. yaaa, rupanya tujuan utama anak-anak ini dilatih.. ya.. bukan gitu aja.. tapi.. panjang ceritanya.. daripada spoiler.. baca sendiri aja…. 😛

Aku tadinya gak tau buku ini eksis. Gara-gara jatuh cinta banget sama filmnya, akhirnya aku mewajibkan buku ini jadi bacaan aku. Hehehe. Dan rupanya.. novelnya lebih mind blowing dibanding filmnya. At least menurutku gitu.

Hal yang bikin betul-betul gila terutama intrik dari keseharian Ender di pelatihan militer. Betapa keras dan gila nya pelatihan ini, tapi masih sangat masuk akal dalam banyak sisi, bikin merinding dan sakit kepala bacanya.

Buku ini dihiasi juga sama percakapan-percakapan dari kolonel-kolonel yang lebih tinggi, pokoknya orang-orang ‘atas’ dari militer, yang membicarakan Ender dan hal-hal lain. Politik, misalnya. Memang si penulis maunya membuat percakapan-percakapan itu jadi jembatan untuk kisah sampingan yang akan masuk ke jalur utama, tapi .. karena aku bukan pembaca yang pinter-pinter banget, jadi agak bingung menghubungkannya, apalagi mengingat siapa yang lagi bicara. Hahahaha.. Mungkin itu yang jadi minus poinnya.

Selebihnya? Humanity, yang jadi salah satu topik utama yang diangkat, betul-betul dikisahkan dengan luar biasa. Bagaimana perjuangan Ender yang sengaja dibuat sendirian supaya jadi pemimpin yang betul-betul tangguh.. padahal umurnya baru 6 tahun waktu masuk akademi! 6 tahun! astagaaaa, betul-betul pembunuhan secara tidak langsung menurut aku. Juga pergolakan di bumi, bagaimana kakak-kakak Ender yang sama jeniusnya tapi wataknya sangat.. hemmmm, yah, gitudeh, bisa ‘menguasai dunia’.. semuanya dibawakan pelan-pelan.

Mungkin kalo aku belum nonton filmnya, aku bakal lewatin buku ini. Males, seolah-olah ga dibawa kemana-mana. Memang sih, seru banget mengikuti petualangan Ender yang ga manusiawi di akademi militer, tapi rasanya tuh kita ga dibawa kemana-mana. Pembaca dibawa muteeeer lagi, lagi-lagi masalah, lagi-lagi Ender baik-baik saja, lagi-lagi Ender ga dipandang, lagi-lagi Ender di test.. Mau dibawa kemana kisah kita, pak penulis?

Walaupun ga dipungkiri, memang seru abis (dan berat abis) petualangannya si Ender sih..

Tapi menurut aku karena aku udah nonton jadinya tahan bacanya. (strange, I know…. biasa orang kalo udah tau ceritanya trus ditinggal, sekarang kok malah kebalikannya….)

Itu sisi jeleknya menurut aku. Ceritanya panjang. Hehe..

Tapi yang betul-betul memukau buat aku adalah.. Gimana si pak penulis berhasil bikin dunia yang se-futuristik itu.

Come on, laptop di tahun 1980an kaya apa sih? kok bisa-bisanya dia membayangkan ‘meja’ yang bisa dibawa-bawa? sistem antivirus? Kelucuan sistem anti gravitasi?

kaypro 2000 -- 1985

Kaypro 2000, 1985

see this?

itu Kaypro 2000, laptop yang keluar tahun 1985. Kalo kita kira-kira, paling enggak si bapak menulis buku ini selama yaaah, paling cepet 1 tahun.

Laptop yang udah ada emang kaya apa, pak? mana ada ipad? mana ada tablet? kok kepikiran, sih?

Malah menurut tante wiki, draft dari kisah Ender udah ada dari tahun 1977… #gubrak

Bisa-bisanya dia cerita tentang akademi militer di luar angkasa?

tahun 1970an, space exploration baru berhasil menempatkan satelit di bulan. Unmanned space ship, yang berhasil bikin transmisi ke bumi paling lama 20 menit. Memang sih, Apollo 11 berhasil membawa penumpang ke bulan di tahun 1969, tapi tetep aja. Untuk berani memaparkan begitu banyak tentang kehidupan di luar angkasa, memimpikan manusia yang hidup betul-betul di luar angkasa.. well, four thumbs up for you, pak!

Orson Scott Card, the mastermind.. Sungkem, pak. Serem saya.

Orson Scott Card, the mastermind.. Sungkem, pak. Serem saya.

Kita aja yang sekarang hidup di tengah era majunya teknologi mikir berkali-kali sebelum mengangkat tema semacam ini, karena tema ini sangat spesifik sekali, dan sangat mengerikan. Karena imajinasi adalah awal dari perkembangan yang sesungguhnya.

Ga heran beliau dapet berbagai award. He’s brave, he’s smart. Loved it. Dia juga dengan santai menggunakan teori relativitas, menceritakan tentang bagaimana manusia tetap hidup sangat lama karena bepergian di atas kecepatan cahaya.. hmmmmmmmm.

In other words, I am amazed. Sinting banget pak penulis ini. Great job, sir.. :”)

new author rc

Young Adults RC by Tea Time and Books

Young Adults RC by Tea Time and Books

Iklan

One thought on “DBR #35 Ender’s Game

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s