DBR #37 Beyonders : A World Without Heroes

Brandon Mull - Beyonders #1 A World Without Heroes

Brandon Mull – Beyonders #1 A World Without Heroes

Sinopsis :

Denting musik muncul dari air … dari arah kuda nil yang terbenam. Melodinya asing, dengan berbagai harmoni dan melodi tandingan yang saling menjalin …. Tiba-tiba makhluk pemalas itu menyerbu dengan mulut menganga, dan denting musik terdengar lebih keras daripada sebelumnya.


Sebelum Jason sempat bereaksi, tangannya sudah mencengkeram lidah yang lengket itu dan wajahnya meluncur di permukaan yang berminyak … melaju di sepanjang terowongan yang gelap dan licin.
Dalam penderitaannya, musik itu terdengar keras sementara Jason meluncur di sepanjang koridor yang lembap. Dia berusaha berpegangan pada kedua sisi terowongan untuk memperlambat lajunya, tetapi gagal, hingga sekonyong-konyong lengan dan kepalanya muncul dari celah sebatang pohon sekarat, dekat sebuah sungai yang diapit tumbuhan pakis.
Dan dia pun tiba di sebuah negeri tanpa pahlawan. Negeri yang telah ditutupi kegelapan seorang penyihir jahat yang menghantui seluruh kota. Sebuah negeri bernama Lyrian yang akan membawanya dalam petualangan epik penuh tantangan

(cr : goodreads)

Sang pangeran bergayut dalam kegelapan… belenggu kuno pada rantainya menggigit pergelangan tangannya …. Di kejauhan dia mendengar suara jeritan teredam yang bergaung menggelisahkan.

Selama ditawan, dia disiksa habis-habisan. Namun, apa pun siksaan yang dideritanya, apa pun pertanyaan yang telah mereka ajukan, dia belum menyampaikan sepatah kata pun. Dan, tak sekali pun dia menjerit kesakitan. Entah racun apa saja yang sudah dijejalkan ke dalam kerongkongannya, tapi segala upaya mereka untuk mengeruhkan benaknya dan memperlemah tekadnya gagal. Sang pangeran hanya fokus pada satu hal : diam.

Dia hanya akan berbicara satu kali, yakni sebuah kata kunci Edomic sejati, mantra mematikan. Dia hanya akan berbicara pada satu orang : sang Kaisar.

(cr : mizan)

~oOo~

Lucu, sinopsis di buku sama yang di goodreads beda..

Padahal justru sinopsis dari mizan yang bikin pengen beli, karena seolah mencerminkan cover banget, a world without heroes. Seolah-olah seluruh kulit bukunya teriak : “gue sangat seru dan bakal bikin elu depresi dan terbawa suasana sampe parah banget waktu baca gue!”

Tapi ternyata isinya tidak se-gelap itu, walaupun saya ga merekomendasi baca buku ini dalam gelap……..

karena?

karena ada page yang latarnya gelap, ditambah font yang eksotis, seolah mau meniru kertas perkamen jaman dulu tapi agak fail gimana gitu jadi tulisannya more or less gak kebaca.  =____= baca pas terang benderang aja susah, gimana waktu gelap? #anticlimax #peace

it looks like this..

it looks like this..

Lalu ada ceritanya.

Ceritanya, yah, hmm. So-so aja sih sebetulnya. Tidak terlalu berhasil merenggut hati sanubari ini..

Si penulis sepertinya sibuk membangun suasana dan dunia dalam ceritanya, sampe jadi terlalu kentara. Yaa, saya sih ga gitu seneng dengan yang model begitu, jadi agak males.. hehehe

And he plays the ‘fiction’ and ‘luck’ card too often, too obvious, too cliche. 😦

Di setiap kejadian dalam cerita, unsur hoki -nya tokoh utama terlalu sering muncul, it makes almost no sense anymore! Jadi bikin ilfil.. Ehm, kok jadi banyak istilah alien ya di post ini. Maafin, mbak penulisnya masih abege (?).

Ya, kurang lebih begitu. Boleh aja sih harusnya dibikin tokoh utamanya sangat beruntung sekali, toh juga namanya buku fiksi, tapi jangan gitu juga dong.. Masa iya semua pahlawan lain gagal dengan mengenaskan padahal sudah berjuang dengan hati keringat dan segenap hidupnya, tapi si Jason bisa menembus semua halangan rintangan cuma dengan…. ke-hoki-an-nya? (ya memang sih dengan keberanian dan kenekatan juga.. tapi kan pahlawan lain juga, gitu! kok mereka yang lain dibiarin ga berhasil sih, pak penulis!?) Ga enak ah rasanya! #banyakprotes

Terus.. kenapa sih harus Jason nama tokoh utamanya? yang kebayang malah Jason Grace si anak petir-nya Riordan…… ( ;A; ) #maafin

jason grace

Tapi walaupun begitu, saya suka sih dengan ide ceritanya. Lumayan appealing walaupun genre-nya mulai jadi mainstream.

Lalu saya dapet rekomendasi untuk baca buku selanjutnya sih.. rekomendasinya oleh saudara yang sama-sama suka genre buku beginian. Katanya jauh lebih ‘nendang’ gitu.. well. we’ll see about that! so yes, I’ll read the next book… somewhere near future..? hehe

Happy reading! 🙂 Maafin segala kekurang-an dan kekurang-ajaran saya di post ini yah. hihihi

Young Adults RC by Tea Time and Books

Young Adults RC by Tea Time and Books

Iklan

One thought on “DBR #37 Beyonders : A World Without Heroes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s