DBR #38 The Blood of Olympus (Heroes of Olympus #5)

Before we begin…

It’s been too long, I have forgotten the right way to write a book reviewwww! #alamak

maafin-maafin, sampe berapa bulan ga nge-post apa-apa.. habisnya si mbak yang satu ini habis ditimpa ombak urusan kuliah dan banyak kegiatan lain yang berasa ga ada habisnya.. buat bersenang-senang dan baca buku aja ga bisa. :”( #lalucurcol 

Memang seharusnya ga jadi alasan, tapi akhirnya memang harus mengorbankan blog demi urusan-urusan tersebut diatas… #sujudmintaampun 

aku rela dihukum sama teman-teman kok kalo perlu… TT^TT

alright that’s it for the rant part, here comes the real content. tan-tan-tan-taaaaan~

~oOo~

blood of olympus cover asli

Rick Riordan – The Blood of Olympus

Sinopsis :

Api Yunani berkobar … membakar sebagian besar monster.
Tanah menggemuruh.
Semua gelembung membran berlendir meletus, mengepulkan debu.
Setetes darah jatuh dari dagu Percy .. mendarat di tanah …
mendesis seperti air di wajan.
Darah Olympus mengairi bebetuan kuno.

Para raksasa bangkit, menyebar di sepenjuru dunia. Mereka mengumpulkan bara tentara—dewa-dewi yang terbuang dan para monster—yang rela menghancurkan demigod. Mereka memburu darah dua demi membangkitkan Gaea, sang Ibu Bumi.

Ketujuh demigod pemegang ramalan berusaha bertahan hidup dari serangan serta menyatukan Perkemahan Jupiter dan Perkemahan Blasteran. Mereka bahkan tak bisa mengharapkan bantuan para dewa.

Waktu yang dimiliki Percy dan kru Argo II tidak banyak. Pembagian tugas dilakukan, peran masing-masing ditentukan. Mereka harus bergegas mencegah kebangkitan Gaea, dalam sebuah pertarungan hidup dan mati.

(cr : mizan)

~oOo~

Ini buku terakhir dari petualangan para demigod super-populer. Bahkan kenyataan itu terlalu menyakitkan… #nangislagi

Buku terakhir ini berkisah mengenai bagian terakhir dari penyelesaian misi GILA dari 7+2 demigod muda untuk membereskan ramalan khusus tentang mereka.

Iye, tujuh plus dua soalnya ada Reyna sama Nico di Angelo jugak. tiba-tiba keinget Carita de Angel..#terlalurandom

Seven half-bloods shall answer the call,

To storm or fire the world must fall.

An oath to keep with a final breath,

And foes bear arms to the Doors of Death.

Karena terlalu suka sama bukunya, jadi lebih baik ga usah nanya gimana kesan saya ya.  We’ll be wasting our time, karena pasti isinya saya fangirling kaya orang kesurupan. Jadi kita ngomongin hal-hal yang lain aja, okay!

1. Fiction Card

Lagi-lagi ya, yang namanya buku fiksi fantasi ya gini. Kartu ‘fiksi’nya dimainkan dalam dosis yang luar biasa. Banyak sekali ga masuk akalnya, dan ke-hoki-an yang kelewat hoki. Maksudnya adalah, penulis sering banget pake kartu kebetulan-dan-keberuntungan dalam cerita, bikin jadinya segala macam keberhasilan majunya cerita yaaa gara-gara even-even tersebut..

Untungnya cara om Riordan memainkan kartu-kartu ini ga parah dan ga bikin ilfil. Yasudah deh 🙂

2. Lagi-lagi ga bisa move on

Waktu ceritanya habis dibaca, after-taste nya parah. Endingnya sangat epik sekali, ga kuat deh jadinya. Rick Riordan HARUS bikin cerita lain dari dunia half-blood. Please, sir, I will buy them all, sumpah. Padahal dua buku terakhir di sekuel ini minjem orang…

3. Great values :”)

Aduh, buku ini ternyata bawa-bawa nilai hidup yang sangat menampar sekali. Maaf agak spoiler, tapi waktu Piper ngajak Annabeth ‘menerima’ ketakutan.. itu momen paling luarbiasa. Saya quote ya, bagian situ. Bahasa Inggris deh, biar yang ga ngerti ga kena spoiler…. #alasanmacamapaitu

“This is the temple of my brothers, Deimos and Phobos.” Piper’s voice shook, but she didn’t try to hide it. “The Spartans came here to prepare for battle, to face their fears. Ares was chained to remind them that war has consequences. His power – the spirits of battle, the makhai – should never be unleashed unless you understand how terrible they are, unless you’ve felt fear.”

(Pg. 204)

…..

“Piper, stop.” Annabeth begged. “How – how are you dealing with this? The fear, the anger -“

“Don’t try to control it. That’s what the temple is about. You have to accept the fear, adapt to it, ride it like the rapids on a river.”

“How do you know that?”

“I don’t know it. I just feel it.”

(Pg. 205)

GYAAAAAH~ sangat keren sekalehhhhh~~ itu dia, kawan-kawan. Menjadi berani itu bukan berarti tidak takut, tapi walaupun takut tetap dihadapi! #merindingmerindingdisko

Percaya deh, ga cuma itu aja. Tapi juga segala kecerdikan dan ke-gilaan para demigods yang lain.. sangat menginspirasi sekali. Geleng-geleng deh bacanya.

4. LEO IS THE BEZT

LEO VALDEZ COMMANDER TOOL BELT, BAD BOY SUPREME, THE TOFU EXPERT!

Percaya atau enggak, tokoh yang satu ini sampe kebawa mimpi. Gila gak tuh. Saya mimpi nyariin dia di antara teman-teman kampus gara-gara dia menghilang. =______=

Oooops, another spoiler. iya, dia hilang…. missing for good, actually. Menghilang namun membawa kebahagiaan (?)

Anyways, dia betul-betul menginspirasi sekali. Di tengah semua ketegangan dan kegilaan perang, di tengah kemurungan, dia bisa aja tetep ngebanyol a.k.a ngelawak dan bikin orang kesel!

Leo Valdez Bad Boy Supreme

Leo Valdez Bad Boy Supreme

Secara serius saya menyatakan.. LEO adalah tokoh favorit terbaru saya! #throwsconfetti

Isengnya ga ketolongan deh ini anak. Istilah yang cocok mungkin dia itu “monyet kunyuk jahil bertangan dingin”. Iya, dia kaya monyet, nyebelin. Jahil parah. Lucu. Lawakannya hampir selalu salah tempat. Sinis melebihi deskripsi. Tapi jari-jarinya ajaib. PERFECT. Mau banget punya temen kaya gini. Eh, mau ga ya? gatau juga sih. Kalo dikerjain melulu sih males. Tapi kayanya seru. #jadigalau #salahfokus #maafin

Yang jelas.. si om Riordan berhasil banget bikin saya sangat-suka-sekali sama Leo. 🙂

5. NICOOO di AngelooOoOo~

Nico ini.. setelah kegemparan yang diakibatkan di buku sebelumnya……. #gadilanjutkan

Dia anak Hades, auranya suram yang sangat suram banget. Melewati begitu banyak kesulitan, gelap, tertutup, sedih… anak suram lah.

Nico di Angelo by AireensColor, deviantart

Nico di Angelo by AireensColor, deviantart

Itu tuh, fan art yang itu betul-betul menggambarkan ‘nico’ di benak saya. Walaupun yang di bayangan gue ga se-ganteng dan se-mulus itusih.. trus matanya ga se-gede dan se-anime itusih.. tapi daripada digampar gara-gara kebanyakan protes jadi yaudahlahya

Tapi justru dia itu bumbu yang bikin ceritanya makin luar biasa. Kaya keluwek-nya rawon, gitu. Quoting one of the best lines he said :

“Right,” Nico said again. “But it’s cool. We’re cool. I mean, I see now . . . you’re cute, but you’re not my type.”

(Pg. 488)

Kalo bisa spoiler tingkat hardcore bakal saya ceritain deh alesannya kenapa.

Tapi yaudah deh. Intinya dia juga dibuat sangat menginspirasi banget. And he finally found friends! :”)

Yahh, di cerita terakhir ini, seneng deh sama ending buat Nico. And I smell something between him and Will Solace.. but nevermind……

Seneng rasanya, om Riordan bikin tokoh model begini. 🙂

Jelas, semua tokoh yang lain bikin terpesona juga. Kalo ga gitu ya buku ini ga akan saya bilang bagus! 😀 Tapi ga mungkin di bahas satu-satu disini kannn.. jadi .. baca sendiri aja deh. heheheh

btw, cover versi mizan kece juga. Andai kantong ini unlimited isinya, pasti dibeli deh.

blood of olympus cover

Gaaaah. yasudah. Ini jadi kaya review rasa fangirling ya. Maafin. Intinya,

highly recommended, it’s a great read, walaupun panjang..

Go for it, chunk them all into your brain and let it poison your mind. HUAHAHAHAHAH~

Maafin review yang jadi kemingris-banget ini alias terlalu banyak nyampur-nyampur sama bahasa alien, habis baca bukunya yang versi inggrisnya trus mbak reviewernya agak alay sih…. hehehehe. Maafin juga karena saya terlalu suka sama bukunya, mungkin jadi sangat subyektif sekali…… Anyways! Thank you very much!

Happy reading!!!

Young Adults RC by Tea Time and Books

Young Adults RC by Tea Time and Books

Iklan

One thought on “DBR #38 The Blood of Olympus (Heroes of Olympus #5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s