DBR #41 Selingkuh

Selingkuh (Adultery) - Paulo Coelho

Selingkuh (Adultery) – Paulo Coelho

So. Buku ini cerita soal Linda yang merasa ‘tidak bahagia’ walaupun dia punya kehidupan yang bisa dibilang ‘sempurna’. Akhirnya Linda jatuh dalam lubang-lubang yang kelam, satu kesalahan menuju kesalahan yang lain..

Linda berusaha mencari apa yang salah. Tapi ditengah kesibukannya mencari apa yang salah, dia malah tambah hidup dengan lebih ‘salah’ lagi. Tapi lewat petualangannya itu dia jadi belajar soal cinta, soal kasih, soal menghargai hidup kembali…

ya kira-kira begitulah. Sepertinya.

Baca lebih lanjut

DBR #40 Artemis Fowl #1

Artemis Fowl #1 - Eoin Colfer

Artemis Fowl #1 – Eoin Colfer

Sinopsis :

Artemis Fowl miliuner jenius yang baru berusia 12 tahun. Karena ingin mendapat emas, ia berhasil masuk ke dunia peri. Tapi ternyata peri-peri yang dihadapinya bukanlah seperti yang ada dalam dongeng. Mereka bersenjata dan berbahaya, dan mereka mau melakukan apa saja untuk membebaskan teman mereka yang ditawan Artemis Baca lebih lanjut

DBR #35 Ender’s Game

Orson Scott Card - Ender's Game

Orson Scott Card – Ender’s Game

Sinopsis :

Bumi tak lagi aman. Bugger, makhluk mirip belalang dari planet misterius, menyerang. Kedua ras itu bertempur saling memusnahkan.

Keselamatan Bumi ada di tangan Ender. Ender, si anak bawang dalam keluarga, tak menyangka mendapat tugas penting untuk menyelamatkan bumi. Kekuatan dan kecerdasannya sangat berperan di dalamnya. Baca lebih lanjut

DBR #29 Si Kembar di Sekolah yang Baru

image

Enid Blyton – Si Kembar di Sekolah yang Baru

senang deh bisa baca cerita ini lagi. Kisahnya tentang Patricia dan Isabel O’Sullivan, kembar yang baru pindah sekolah dan temperamennya buruk. Sebetulnya tidak buruk-buruk amat sih tapi mereka sengaja bersikap menyebalkan karena kecewa dengan pilihan sekolah lanjutan mereka yang baru, St. Clare, yang seolah tidak ada prestis-nya.

Mereka pada awalnya dijuluki kembar angkuh karena sikap mereka yang luar biasa menyebalkan sebagai anak baru, karena membanding-bandingkan St. Clare dengan sekolah lama mereka yang lebih mahal dan memanjakan. Mereka tadinya adalah kepala murid (sejenis ketua osis) di sekolah yang lama tetapi harus menjadi anak-anak kelas paling bawah di St. clare. Jelas mereka kecewa dan agak tidak bisa menyesuaikan diri. Mereka berusaha keras membuat keributan dan membangkang, hingga harus menghadapi banyak kesulitan akibat perbuatan mereka sendiri.

Pada akhirnya, setelah melalui proses yang panjang dan lumayan melelahkan, merekapun akhirnya belajar banyak hal dan berusaha berubah.

Kisah ini dengan ga langsung mengingatkan saya dengan diri sendiri. Hmm, sampe sekarang saya agak tidak terima dengan universitas yang akhirnya saya masuki sekarang. Seolah belum ada nama, belum ada prestasi dan lain lain, jauh kalah prestis nya denga banyak universitas swasta di Indonesia, dan saya merasakan persis dengan apa yang dirasakan si kembar: kesal, tidak puas, agak ingin berontak dengan apa yang orangtua sarankan. Saya anak paling berprestasi di sekolah! Masa sekarang universitasnya kaya begini?

Walaupun saya sudah tau bahwa pada dasarnya universitas yang akan saya masuki ini memang bagus secara kualitas pelajaran.. Tapi saya tetap rasanya gimanaaa gitu. kan jadi curcol deh hahaha

tapi justru dengan baca buku ini dan “mengingat dan merenungkan kembali” .. Saya rasa saya jadi belajar banyak dari gadis-gadis umur 14setengah tahun ini. Belajar tentang menghargai orang lain, orang tua, peraturan, dan diri sendiri.

Untuk belajar bahwa justru melalui pengalaman seperti inilah saya harus mau diajari menjadi manusia yang tidak besar kepala, tapi menghargai setiap proses dan menjalaninya dengan memberi yang terbaik.

Pat dan Isabel pada akhir cerita mengalami perubahan besar dan akhirnya bekerja keras demi menjadi diri mereka yang terbaik. Saya juga mau seperti itu dong, jangan sampai justru karena ego saya jadinya membatasi diri dan merasa hebat, tidak mau mengembangkan diri.

In the end, saya patut berterimakasih kembali pada Oma Enid Blyton yang sudah menemani masa kecil dan remaja saya. Saya rasa dari dulu sejak membaca kisah-kisah tentang Malory Towers dan St. clare plus banyak serial lainnya, saya jadi banyak belajar tentang hidup.

Highly recommended, semoga buku-buku ini tetap jaya dan bisa dinikmati adik-adik atau anak-anak kita semua sampai bertahun-tahun lagi! ^^

 

harusnya sih ini dalam rangka posting bareng BBI, tapi telat.. Jadi yasud unofficial diikutsertakan deh TT-TT

DBR #28 Takoyaki Soulmate!

image

Takoyaki Soulmate – Erlita P.

Sinopsis :

Maya memasuki dunia yang berbeda dengan dunia yang dikenalnya selama ini. Di Kaguya’s corner, ia belajar bekerja. Bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang baru dikenalnya, Dari mulai pemilik kafe, juru masak, karyawan lainnya hingga pengunjung kafe. Setiap hari adalah pengalaman baru. Setiap menu yang tersaji menyimpan episode ceritanya sendiri. Terutama menu Takoyaki soulmate yang menjadi andalan Kaguya’s Corner. Ada cerita suka, duka, persahabatan, dan juga cinta. Membuat meringis, tersenyum, bahkan tertawa lebar. Terutama bila berhasil menjadi “Tweet of the week”. Siap menjadi tempat persinggahan untuk melepas lelah atau menjalin cerita. Terutama untuk menikmati seporsi Takoyaki Soulmate!

(cr : Grasindo)

~oOo~

I knowww, catchy kan judulnya? Hehehe.. Covernya juga unyu! Anyways, buku ini isinya apa sih? Jadiii seperti disebutkan di sinopsisnya, buku ini mainly cerita tentang pengalaman seorang Maya menjalani hari-harinya sebagai seorang waiter di Kaguya’s Corner. Setiap bab punya judul masing-masing, judulnya itu nama salah satu menu di Kaguya’s corner.

Jadi di setiap bab diceritakan kisah-kisah seputar Kaguya’s Corner dan tentu, kisahnya Maya. Di kafe (?) ini ada keunikan khusus, yaitu acara tweet of the week. Jadi intinya pengunjung bisa nulis pesan dan ditempel di papan di depan kafe ini, dan tiap minggu dipilih pesan paling bagus dan di publish di twitter, gitu. 🙂

Kisah-kisahnya ya kurang lebih berputar disitu. Banyak keunikan buku ini yang bikin saya seneng bacanya, salah satunya menu yang dijadikan judul bab-bab di buku ini. Semuanya nama makanan Jepun yang enyak enyaaaak.. kecuali yang kokeshi gimana ga menggoda? Untung saya ga ikutan puasa.. Kalo ga munngkin jadi godaan berat deh hehehe.. Yang pasti, setiap nama menu yang disebutkan di judul pasti disebutkan dalam bab itu dan dihubungkan dengan cerita, kaya contohnya Yakiudon Fever, cerita tentang pengunjung yang demam cinta (love fever??) gara-gara LDR (Long Distance Relationship, Hubungan Jarak Jauh..) dan isi bab itu jadinya cerita tentang demam-demam cinta juga dehhh..kurang lebih kaya gitu.

eh tapi saya ga ngerti makanan Jepang.. gimana dong? Santai aje, saya juga ngalamin begitu. Oden itu apaa?? Tenang, di akhir setiap bab selalu ada fotonya, jadi pasti ngeh akhirnya menu yang dibicarakan itu seperti apa. Hehe..

Trus yang pasti, di awal setiap bab ada tweet dari @takoyakisoulmate yang bagus-bagus.. nah buat yang demen nyari quotes, baca deh nih buku. Banjir quotes euyy hahaha. Setiap bab ada quotesnya! Dari yang cheesy, romantis, kocak, sampe inspiratif juga ada. Mau contoh?

“Putus cinta? Nyantai aja. Gue bukan butiran debu. Gue semen tiga roda. Kokoh,kuah,terpercaya!” LOL! Mampus, siapa tuh yang demen nyanyi-nyanyi butiran debu? Gue doain biar cepet jadi semen tiga roda yeee. Hihihi. Definitely one of my favorite quote.

ada lagi! Yang ini cheesy pake banget. “Kadang cinta itu seperti model rambut. Sudah tahu tidak cocok, tetapi tetap dipaksakan dan berakhir dengan pemutusan..” ajeileee gue kagak tau dah musti komentar apa. Maksa. Hahahaha..

Semua quotes tadi itu ceritanya ditulis sama pengunjung, dan ditempel di papan pesan di Kaguya’s Corner. ada banyak lagi quotes di buku ini, baca sendiri yak. *ditimpuk batu* Dijamin ga akan rugi kalo mau koleksi quotes dari buku ini. Hehehe..

Ilustrasi di buku ini pastinya top markotop. unyuu, gitu. Imut dan lucu. Seneng deh ngeliatnya.

Tapi walaupun kemasan dan idenya lumayan menggelitik, waktu betul-betul duduk membaca buku ini saya rada off gimana gitu, karena dari awal sampai akhir bentuknya lebih mirip kumcer dan timbunan quotes tanpa ada benang cerita yang jelas.. Kalo dinyanyiin jadi gini nih, mau dibawa kemanaa cerita kitaaa~ *numpang eksis jadi penyanyi* ahem. maksudnya jadi.. yah, seolah-olah bukunya lebih kaya jadi endorsement menunya Kaguya’s Corner daripada cerita. Memang sih ide awalnya kan menghidangkan kisah yang mewarnai tiap menu gitu, tapi tetep aja kayanya ceritanya seolah mengalir tanpa arah yang jelas.

Anyways, ada gak sih betul-betul resto Jepang yang menunya kaya gini? takoyaki, okonomiyaki, dorayaki, taiyaki, mochi.. kayanya yang disebutkan kebanyakan itu makanan kecil. Paling makanan beratnya yakiudon sama sushi.. Ini beneran resto? Biasanya kan resto itu menunya berat dan bikin kenyang.. kecuali kalau sekedar gerai.. atau saya aja ya yang kuper jadi gatau ada tempat makan macam gini? hahaha..

Back to topic! Karakter yang muncul di buku ini memang utamanya adalah si Maya. Diceritakan beliau adalah anak kuliahan yang baru saja menghadapi perceraian ortu dan akhirnya mencoba mencari pengalaman lewat bekerja di Kaguya’s Corner.. Tapi mungkin karena bukan konsentrasi ceritanya jadinya seolah pribadi dari Maya sendiri jadi ga kentara, ga berasa banget gitu.

Mungkin karena faktor selera juga sih, saya demennya kalau di buku seperti ini tokohnya betul-betul tergambar merasakan sesuatu dari pengalamannya, atau mengalami banyak perubahan atau gimana gitu.. itu sih selera saya. Mungkin karena ga tercapai banget ekspektasi itu-nya jadinya seolah rasanya agak tawar gitu.. *brb ngambil garem* hehehe..

Tapi berkat karakter lainnya yang unik dan seru, saya jadi tetep bisa menikmati dong! Mulai dari Mbak Ria yang Brrrrrr dingin sampe ke tulang, JR sama Junjun yang tugas di dapur tapi kacau abis ocehannya, lalu Budi si pengunjung setia yang (harusnya sih) jadi pacarnya Maya.. sangat menghibur deh. Kocak soalnya.

Satu yang harus saya komentarin.. ini sangat menganggu ketenangan jiwa raga saya *digampar gara-gara lebay* ituloh, tokoh yang namanya Jagat Raya! sama Bintang Langit! SERIUS? ohmaigat namanya………. hahahaha walaupun menurut Maya keren dan kece ditambah tampangnya juga oke.. tapi kok….. yah, intinya kalau ada temen yang namanya kaya gitu sih.. jelas bakal saya ledekin sampe mati kayanya hahaha *jahatmode*

Jujur sih memang buku ini bukan termasuk genre favorit saya yang lebih suka naga daripada kucing..Tapi saya bisa dibilang tetap bisa menikmati ceritanya kok. Bikin saya demam craving for sushi selama seminggu, hahaha. Highly recommended buat yang suka genre novel ringan, youthful an quote-ful…. 😀

anyways, happy reading!

Makasih mbak Yudith dari GPU yang udah ngasih buku ini! semoga review-nya tidak mengecewakan, hehehe