DBR #26 The Rise of Nine

The Rise of Nine - Pittacus Lore

The Rise of Nine – Pittacus Lore

Synopsis :

Sebelum bertemu Nomor Empat, aku sendirian. Dalam pelarian. Sembunyi dan berjuang untuk bertahan.

Sekarang, kami mulai berkumpul. Satu demi satu. Bersama kami menjadi semakin kuat, meski mantra pelindung terpecahkan, dan Mogadorian bisa menghabisi kami tanpa harus sesuai urutan. Tetapi, kami terpaksa berpisah, untuk menemukan yang lain….

Aku ke Spanyol, menemukan Nomor Tujuh dan Nomor Sepuluh, anggota garde yang tersembunyi. John bertualang dengan nomor sembilan. Kini kami berpencar mencari yang lain….

Tetapi Mogadorian juga mencari, dengan cara apa pun.

Mereka membunuh Nomor Satu di Malaysia.
Nomor Dua di Inggris, dan Nomor Tiga di Kenya.

Mereka menangkapku di New York, tapi aku berhasil lari.

Mereka ingin menghabisi kami, tapi mereka harus berhadapan dengan kami terlebih dulu, Pewaris Pusaka Lorien.

(cr: Mizan)

Yay for the release! *yaaaaaaay!* yay for the team! *yaaaay!* yay for Lorien! *yaaaaaaaaaay!*

hokeh cukup reviewnya, sekian dan terimakasih.. *dipancung* hahaha bercanda kok, bercanda.

Asik sekali saudara-saudara, akhirnya bisa melepas rindu dengan kisah satu ini.. :3  tambah seru dehh! ^^

Di buku ini makin banyak kejadian-kejadian yang mengudek-udek perasaan. Seriusan, lho. Mulai dari gimana persahabatan antara si Number 6 & 7 yang indah, trus kegilaan si nomor 9 bareng John a.k.a nomor 4, kematian, pertemuan kembali, keberanian, perpisahan yang menyakitkan.. komplit deh.

Setelah pikir punya pikir.. Kenapa disebutnya the rise of nine ya? kan gardenya tinggal ber tujuh. Hmm.. mungkin disebut riee of nine mungkin karena anggota tim mereka kali ya? Kan ada nomor 4, 6, 7, 8, 9, 10, BK, Sam, Sarah? *ngaco mode on* gatau juga sih. Wong saya juga bingung.

Btw, let’s welcome our dearest number 8!! YAAAAY~ spoiler deh. Gapapa ya, dikit-dikit. Jadi di buku ini diceritakan perjalanan 6, 7, dan 10 serta Cepannya ke India buat nyari nomor 8.  Pusaka si 8 keren lho, ciyusan. Senangnya bertemu anggota keluarga baru.. *berpelukan*

Another spoiler, *maafkan diriku ini buat yang belom baca….* Setrakus Ra, alias si pemimpin Mogs, udah nangkring di bumi! nahlo, kacau deh. Dia Mogadorian terkuat, tergila, terjahat, yah pokoknya kaya kalo di game itu musuh di lepel terakhirnya deh. Dia udah muncul dan mengobrak-abrik bumi dan bersekutu dengan……. -BACA SENDIRI- hehehehehe

Nah ini dia yang bikin cerita kita bisa lanjut dari sekedar romance, pencarian Garde lain dan training. Akhirnya mereka menemukan musuh yang mereka tunggu-tunggu. Bukan sekedar Mog biasa, Setrakus Ra itu luar binasa. Asik, jadi kaya game :3

Selain itu, di buku ini nambah lagi POV nya si nomor 6, dan berterimakasihlah pada penerbit Mizan yang bikin font nya di bedain gitu jadi bisa langsung ngeh ini POVnya siapa. Si nomor 6 yang pemberani, senang bisa mendengar cerita anda… *berpelukan lagi*

Satu hal lagi yang mau saya komentarin! kok tumben yaa, Mizan pake cover yang mirip sama cover aslinya? padahal di dua buku sebelumnya pake covernya beda gitu… *apa cuma saya yang ga lihat Mizan pernah pake cover asli?* Tapi gapapa, tetap suka kok ❤

ANW, setelah baca review di sini >> http://tukangreview.com/book-review/the-rise-of-nine/ saya jadi sedih, mungkinkah beneran ga ada film sekuelnya? that’s just too bad! TT_TT

tapii tetep, Let’s wish the team good luck buat menghadapi Setrakus Ra! ^^

come real soon ya buku berikutnyaaa!! ^^

Iklan

DBR #5 The Power of Six

The Power of Six - Pittacus Lore

Synopsis:

Cerita ini dikisahkan oleh dua anggota Garde : Nomor Empat (John Smith), yang sedang dalam pelarian bersama Sam, Enam, dan Bernie Kosar (aka Hadley, seekor Chimæra Lorien), dan Nomor Tujuh (Marina), yang sedang bersembunyi di Santa Teresa, sebuah biara di Spanyol. Sementara John, Nomor Enam dan Sam mencoba untuk tetap unggul dari para Mogadorian sekaligus mencari Loric lain yang selamat, Nomor Tujuh  mencari kabar tentang John setelah pertempuran heroik-nya di sekolah yang muncul di akhir I Am Number Four.

(cr: wikipedia, translations by me)

~oOo~

*Berusaha sekeras mungkin untuk tidak memberikan spoiler*

Buku yang satu ini seru banget. Mengkisahkan cerita ngga cuma dari sudut pandang John si Nomor Empat seperti di buku sebelumnya, tapi juga bercerita dari sudut pandang Nomor Tujuh. Di buku ini ada lebih banyak adegan perang dan kejar-kejaran, lebih dari buku sebelumnya.

Masuk akal sih, soalnya di buku pertama kan lebih menjelaskan tentang latar belakang cerita, tokoh ‘utama’, dan akhirnya hubungan dengan tokoh-tokoh lain, selain itu juga ‘persiapan’ untuk akhirnya bisa menyuguhi pembaca masalah serius yang sesungguhnya ditambah bumbu-bumbu action. Di buku kedua ini lebih memungkinkan terjadinya peperangan karena pembaca udah ngeh sama keadaan dan siap disuguhi action yang sesungguhnya. *bahasa gue sih gitu ya, lol* Jadi lebih puas aja gitu bacanya.

Trus di buku kedua ini, karena sudut pandangnya dari dua tokoh yang berbeda, jadi memungkinkan untuk bisa bikin cerita lebih luas, seperti fakta bahwa mimpi-mimpi atau citra-citra yang dilihat John sebelumnya tentang roket terakhir yang bahan bakar-nya minyak itu ternyata bener dan mengangkut sebuah kejutan unik. Selain itu, sudut pandang yang berbeda ini sebenernya bikin gw khawatir juga.. karena sekarang, penulis udah bikin cerita dengan cara penceritaan begini.. artinya bakal susah kalo mau bikin kisah one sided story kaya di I Am Number Four. Kayanya pembaca bakal agak risih deh, karena dengan meminimalisasi tokoh = less action!! (kayanya sih..) tapi itu bisa juga ga terjadi, toh gw cuma orang awam yang belum pintar nulis cerita, jadi kita tunggu aja kelanjutan karir si penulis.

Ngomong-ngomong soal penulis, sebenernya kan ditulis nama pengarangnya Pittacus Lore, tapi itu cuma nama pena kedua penulis brilian yang menciptakan planet Lorien dan segala isinya yang kita nikmati ini, yaitu James Frey dan Jobie Hughes. TAPII… Setelah berkeliling dunia maya, gw baru tau kalo ternyata Jobie Highes memutuskan untuk keluar dari proyek Lorien Legacies ini setelah menyelesaikan draft-nya The Power of Six!

NAH LO…

Jadi gimana nasib Lorien tersayang kita? entahlah, gw juga ga tau. Let’s just wish for the best. Semoga ceritanya tetep jadi bagus, memuaskan, dan yah, mantep lah. lol

anw, The Power of Six juga menceritakan lebih banyak tentang Nomor Enam, Nomor Tujuh, Nomor Sembilan, juga Nomor Sepuluh. ssst, yang terakhir itu periksa sendiri ya di novel-nya, hihihihi.. *spoiler alert!!*

Romance-nya berjalan dengan liku-liku yang .. membuat seolah John Smith udah umur 20 tahunan dan bukan anak 15 atau 16 tahunan lagi.. (atau perasaan gw aja? hmm).Malah bukan cuma romance-nya. Cara berpikir para karakter-pun rasanya agak mustahil untuk anak SMA. Tapi who knows ya? mungkin perasaan gw aja. Mungkin ada kemungkinan anak umur segitu berpikir dan bertindak kaya gitu.. kalo misalnya menemui tekananseperti yang dilalui John dkk? Yah, cuma Tuhan yang tau deh. hahahahaha.

Tapi untuk komentar gw pribadi sih gw enjoy banget sama kisahnya. Menarik, gitu. Bikin penasaran. Bikin semangat. Memompa adrenalin.

Tapi sayang latar belakang penulisnya bikin agak risih. Yah, tapi itu bukan faktor yang bener-bener mengganggu sih, (at least gw berusaha membuat faktor itu ga begitu pengaruh aja lah) toh gw kan menikmati kisahnya dan bukan life story si penulis. lol.

So everyone, gw harap semuanya enjoy baca buku ini, karena gw bener-bener rekomendasi abis-abisan deh!!!! bagus, ga nyesel bacanya. Apalagi buat kalian yang suka genre young adults, fiksi, fantasi, action.. yah, inilah buku yang tepat. BELUM TERLAMBAT UNTUK MEMBACA, ALRIGHT!?

HAPPY READING! n please feedback-nya ^^