DBR #10 The Magic Thief 1

The Magic Thief #1 – Take the magic and run!

Sinopsis:

Conn seharusnya mati pada saat dia mencopet Locus Magicalicus Never, sebongkah batu yang digunakan untuk memfokuskan dan menghasilkan sihir. Tapi untuk beberapa alasan, dia tidak mati! Karena penasaran Nevery mengangkat Conn menjadi murid sihirnya. Syaratnya,bocah itu harus bisa menemukan Locus Magicalicusnya sendiri dalam waktu tiga puluh hari. Sanggupkah Conn memenuhi syarat itu?

(cr : gramedia)

~oOo~

Buku ini cerita tentang si Conn yang dari pencuri berubah jadi penyihir. Yah, seolah semuanya sudah digariskan oleh takdir. Dia seolah sudah digariskan untuk menyelamatkan sihir, istilahnya.

Seru banget sih sebenernya. I enjoyed it. Plot-nya rapi, tokoh-tokohnya detail dan ga sembarangan bikin, properti-properti yang muncul juga ga sembarangan aja tau-tau muncul sebagai detail. Tapi semua dirajut dengan baik. I like that! hehehe.

Belum lagi cara penulisannya. Memang mainly di buku ini berkisah lewat sudut pandang Conn, tapi dengan cara yang unik (yaitu melalu catatan harian) dikisahkan juga ceritanya dari sudut pandang Nevery, si Master Penyihir. Memang sih, seperti tipikal cerita-cerita yang lain, tokoh-tokoh dalam kisah ini dibuat dekat sedemikian rupa.. jadi lingkup ceritanya ga perlu sampe jauh-jauh banget. So penulis masih mungkin bikin cerita dua sudut pandang yang ga ribet karena semua kondisi dan karakter yang dipake udah dikenalkan pada pembaca dan familier semua.

Apalagi ini kan novel debut si penulis.. yah, bolehlah.

Memang not the best in the industry, tapi masih enjoyable.

Rupanya gw masih belum bisa menemukan penulis yang bisa ngeluarin plot-twist se-keren buku pertama Harry Potter. Tapi not bad. Buku ini, magic thief, bisa dibilang ga jelek-jelek banget.

Trus yang lebih menggelitik lagi, buku ini punya cara tersendiri untuk bikin pembaca penasaran dan ngulang cerita dalam memori. (Mungkin ini bisa dipake untuk ide dalam buku pelajaran? mwahahahahaa)

Jadi hampir setiap catatan harian Nevery dikasih simbol-simbol tulisan di bawahnya. Simbol apa..? pertamanya gw juga ga tau. Dan ga pengen-pengen tau banget sih. Hiasan doang kali? tapi trus setelah mendekati akhir cerita baru kepikiran deh. (plus karena ngintip2 halaman belakang sih)

Ternyata di halaman paling belakang ada list yang isinya alfabet kuno yang dipake oleh para tokoh. Dari list itu akhirnya setiap footnote di catatan harian si Nevery itu bisa kebaca! well, a great idea, right? Bikin orang penasaran dan baca ulang. Hmmmm. How smart. lol.

Bukti kalau buku ini worth reading adalah.. gw berhasil baca ini buku dari awal sampe akhir dalam dua hari. (Pas di sekolah, pas jam-jam istirahat doang sih TT____TT.. sama nyolong2 ngintip waktu jam pelajaran juga sihhhh.. dikit-dikittt… *ngaku dosa*) Biasanya kalo cerita yang diceritain dalam sebuah buku jalannya lambaaaaaat dan detailnya banyaak plus tujuan ceritanya ga ketauaaaaaaan.. langsung dah gw biasanya simpen tuh buku. Save for later aja! mikirnya selalu begitu. Tapi yang ini ngga. Jadi yahhhh bolehlah. 🙂

Lanjut sedikit.. mengenai tema yang diangkat. Magic. hhh.

Kisah tentang Magic.. lagi- lagi magic! mungkin itu yang terlintas di benak beberapa orang saat ini. Know what? itu terlintas di benak gw juga! Magic lagiiii magic lagi.

Kenapa tidak ada hal lain yang bisa dieksplorasi dalam bentuk cerita slain sihir?? *dramatis mode*

well yah dulu gw memang berpikir seperti itu. Tapi memang setelah dipikir2 dan ditimbang2, sihir adalah sesuatu yang bener2 fantastis untuk diceritakan karena ga butuh data ilmiah untuk mengeksplorasi. ‘sihir’ di dalam cerita adalah sesuatu milik para penulis, yang bisa dibuat sendiri dan diatur. Jadi yah, ga heran kalo mau gampang, tulislah kisah fiksi tentang sihir!

memang sih cuma teori gw aja. sok tau mode, gitu hahaha. (what do YOU think? Menurut kalian gimana?^^)

A note for everyone.. Yang berniat untuk bikin cerita, atau gimana gitu.. please consideration-nya!!

We’re well-fed with magic stories whatsoever. Kalaupun mengangkat tentang magic lagi.. be creative 😉

And at the end..

Thanks Sarah Prineas for the great book!

thanks for reading! your comment please! 🙂