DBR #6 The King of Attolia

The King of Attolia (megan Whalen Turner)

The King of Attolia (Megan Whalen Turner)

Sinopsis:

Dengan rencana yang cerdik dan kemampuannya sebagai pencuri, Eugenides menjadi Raja Attolia. Eugenides menginginkan sang ratu, bukan takhta, tapi dia menemukan dirinya terperangkap di jaring yang dia buat sendiri.

Kemudian dia menyeret pengawal muda ke tengah-tengah badai politik. Costis yang tahu dirinya hanyalah korban raja yang pikirannya selalu berubah-ubah itu, tapi ketidaksukaannya pada Eugenides berganti menjadi rasa hormat yang diiringi gerutuan. Kendati bergulat dengan takdir barunya, Raja yang baru dinobatkan ini lebih dari yang terlihat. Dengan segera anggota Kerajaan Attolia yang busuk akan mengetahui bahwa intrik mereka yang licik dan berbahaya bukanlah tandingan Eugenides.

* Lanjutan ‘Sang Pencuri dari Eddis’ dan ‘Sang Ratu dari Attolia

(cr: http://gramediashop.com/)

Hmm, buku ini sekuel dari buku yang gw bahas belum lama ini, yaitu The Queen of Attolia.

Kalo di buku kedua lebih menjurus ke hal-hal berbau politik dan perubahan di dalam diri tokoh utama, Eugenides, kalo buku ketiga ini lebih mengupas tentang Irene (nama asli Ratu dari Attolia *SPOILER ALERT*)  dan isi kerajaannya, PLUS ga ketinggalan, tokoh utama kita yang tercinta, Eugenides dong pastinya!

ok, another spoiler alert.. Eugenides ceritanya udah menikah sama Irene, si Ratu Attolia sendiri, dan akhirnya menjalani hidupnya yang (seolah) membosankan di istana Attolia. Dia (seolah) dipermalukan terus sama ajudan-ajudannya, dibenci oleh seisi istana (of course kecuali duta besar Eddis), dan jadi bahan tertawaan di kerajaan tersebut, walaupun dia adalah seorang Raja.

Kenapa gw bilang seolah-olah? well, you’ll have to find out yourself, alias .. baca sendiri bukunya! hehe

Seperti buku sebelumnya, khas dari seorang Megan adalah bahwa dia serius banget pembawaannya. Selain itu banyak banget hal yang tetap dijadikan rahasia sampe di akhir cerita. Tapi flow kisah tetap berjalan dengan mulusss walaupun dengan banyak intrik yang ditutupi.

Contohnya saja bagaimana cara Eugenides akhirnya berhasil membuat perubaha di dalam istana Attolia dengan taktiknya sendiri, walaupun dalam perjalanannya, dia harus dimaki dan seolah diinjak-injak. Luar biasa kan?

Eugenides ditampilkan sebagai seorang yang luar biasa di buku ini. Memang dari awal sampai ke tengah seolah-olah digambarkan begitu payahnya dia, dan bagaimana “bodoh”nya dia, tapi ternyata di bagian tengah sampai akhir dijelaskan dnegan baik gimana dia sebenarnya adalah seorang raja yang luar biasa bijaksana. Dia melindungi rakyat Attolia, Ratunya, dan bahkan istana tersebut.

Belum lagi kisah tentang si Costis, seorang pengawal kerajaan yang ditugaskan khusus sama Eugenides untuk jadi pegnawal pribadinya. Banyak kali penulis bikin cerita dengan sudut pandang dia, menunjukkan spesifikasi karakternya, kepolosannya, dengan cara yang bener-bener halus dan cakep lah, intinya. Bagaimana perubahan pandangan dia terhadap Rajanya, apa yang berhasil ditanamkan oleh si Raja dari Eddis itu, dan gimana akhirnya dia belajar..

Diceritakan juga tentang kerajaan Eddis yang ditinggal dan dirindukan oleh si Eugenides, (kadang penulis bisa bercerita lewat POV si Ratu Eddis lho!) dan juga dikisahkan tentang Negri Sounis juga, tentunya, yaitu negri tetangga mereka..

Penulis yang satu ini memang pantas diacungi keempat jempol!! hehehe..

Tidak lupa, seperti di buku-buku sebelumnya juga, disini dikisahkan juga legenda-legenda para Dewa ciptaan sang penulis, yang sekarang seolah jadi ciri khas buku ini. Kisahnya begitu imajinatif, bener-bener kaya kisah legenda.

Ga rugi deh baca buku ini, karena ge merasa diajarin banyak hal, mulai dari kesabaran, kasih sayang, filosofi, cinta, politik.. mantep deh.

Memang kelihatannya tidak banyak yang tertarik membaca buku ini.. tapi sebenarnya seri-seri buku ini walaupun bahasanya agak mendewa dan bikin mikir tapi kisah-kisahnya bagus dan bisa dikenang, epik lah.

Recommended. Definitely!

so.. kalo udah pernah baca, atau berencana baca, atau mungkin cuma iseng penasaran, jangan lupa untuk comment! hehehe..

Bahkan kalo cuma main kesini, jangan lupa feedback-nya ya!! THANKS! 🙂

Iklan

DBR #4 The Queen of Attolia

The Queen of Attolia

The Queen of Attolia - Megan Whalen Turner

Synopsis :

Eugenides, Si Pencuri dari Eddis, telah tertangkap basah mengintai Sang Ratu dari Attolia. Dia seharusnya dijatuhi hukuman gantung, tetapi sang Ratu malah memilih sebuah hukuman tradisi kuno – memotong tangan kanannya dengan sebuah pedang. Hal inilah yang memulai jalannya alur cerita.

Buntung dan patah hati, Si pencuri kembali ke Eddis dan berkubang dalam depresi yang dalam. Attolia, penguasa yang tampaknya tidak mempunyai hati, diam-diam menyesali perbuatannya, tetapi harus hidup dengan konsekuensi itu. Negara Eddis dan Attolia memulai peperangan, dengan negara tetangga, Sounis, mempermainkan kedua sisi. Selain itu, ikut memanipulasi pula, seorang Duta Besar dari Mede yang ada di Attolia, Nahuseresh, yang menaruh perhatian khusus kepada Ratu Attolia yang cantik sambil mengurus ‘agenda’nya sendiri. Dengan Attolia yang berusaha menipu Duta Besarnya yang penuh perhatian, baron-baron pemberontak yang tidak percaya seorang wanita bisa memerintah sendirian,  dan sebuah pertempuran yang berdarah dan mahal, para pembaca mulai dibuat mengerti akan apa yang membuatnya menjadi seorang ratu, dan sebagai manusia sebagaimana ia sekarang.

Sementara itu, sebuah kunjungan dari sang magus dari Sounis membuat Eugenides sadar akan fakta bahwa negaranya sedang menghadapi peperangan. Sepupunya, sang Ratu Eddis, memiliki kemungkinan kehilangan tahta dan negaranya. Eugenides dipaksa untuk bertmbuh dan menjadi lebih dari sekedar seorang bocah pahlawan dan seorang penipu cemerlang. Ia mengubah dirinya sendiri menjadi seorang jenis pahlawan yang baru – dan seorang jenis pencuri baru. 

(from http://en.wikipedia.org/wiki/The_Queen_of_Attolia#Plot_summary .. translations by me)

~oOo~

Alright. The Queen of Attolia ini adalah lanjutan dari buku sebelumnya, The Thief (Si Pencuri dari Eddis). Sejujurnya, gw baca serial ini karena ketidak-sengajaan, bukan karena sinopsis yang menarik atau karena public interest yang kuat seperti hampir semua buku-buku lainnya yang pernah gw baca. Buku ini gw temukan secara ‘tidak sengaja’ di pojokan salah satu toko buku di ibukota, dan gw ga punya ekspektasi apa-apa waktu mulai membaca The Thief, buku pertamanya. Tapi ternyata tanpa diduga-duga, gw jatuh cinta sama ceritanya! Memang ngga se-berelebihan gitu sih, tapi tetep aja, gw memang terpikat sama ceritanya dan memutuskan untuk beli buku keduanya, walaupun pada awalnya gw ga tau ada serial lanjutannya sebelum akhirnya menemukan serial kedua dan ketiganya di toko buku yang sama dalam waktu yang berbeda.

Well, let’s start kalo gitu.

Buku ini.. memang tidak biasa. lol. Memang begitu adanya. Waktu pertama baca The Thief, permulaan bacanya.. bingung setengah mati. Untuk ngikutin alur ceritanya kok rasanya susah, gitu. Ceritanya dimulai waktu Gen atau Eugenides, si tokoh utama, seorang pencuri, harus menolong negara Sounis untuk melaksanakan misi yang ga mungkin.

Sudut pandang pencerita berubah-ubah semaunya, kadang menyoroti apa yang ada di kepala Gen, kadang pindah ke orang lain, menutupi banyak fakta, memberikan bom-bom kejutan di akhir cerita. Tapi di buku The Thief yang pertama dipublikasikan tahun 1996 itu (gue baru 1 taon waktu bukunya keluar!! lol!!), alurnya jauh lebih ringan dari buku keduanya.. seolah-olah menceritakan si pencuri dan kehidupannya sebagai seorang anak remaja bau kencur yang suka pamer tapi belajar banyak dari hidup.

Kalo buku keduanya ini, seolah-olah Gen disulap menjadi seorang dewasa yang penuh misteri dan gelap, berkat kebuntungan tangannya. Lain dari bukunya yang pertama, deskripsi di buku kedua makin kuat. Gila-gilaan, bisa dibilang.

Penelaahan peta yang luar biasa, mulai dari topografi pegunungan Eddis sampe pulau-pulau diantara ketiga kerajaan, deskripsi taktik ketiga penguasa dan pola pikir yang ancient dan susah dimengerti otak saia.. Munculnya tokoh-tokoh pendukung yang buuuuaaaanyak, memberi sentuhan-sentuhan setiran yang halus buat alur cerita tapi kaya bom rawit, membuat banyak perubahan.. Gila deh.

Dari semua buku yang pernah gw baca.. belum pernah ketemu buku model begini. Gaya menulisnya bedaaaaa.. banget. Mungkin kalo masalah deskripsi gw udah tinggal nyengir-nyengir miris, habis inget dilatih susahnya berusaha membayangkan begitu banyak deskripsi waktu baca buku-buku Harry Potter. . tapi selain deskripsinya itu, si penulis yang keren ini juga membuat legenda-legendanya sendiri, membangun karakter tiap orang dengan begitu detail, bikin perencanaan plot yang ruar biasa sampe bener-bener gila ngikutinnya..

Wah, mantep bener. Pusing bacanya, tapi rasanya puas dan bikin addicted. Memang berat sih, ngga kaya gaya cerita teenlit atau fiction novel yang lain kaya tulisan-tulisannya Rick Riordan, Cassandra Clare, Michael Scott ataupun Christopher Paolini. (NB: maaf, saia belum pernah baca serial Lord of The Rings .____. ) Mereka membawakan jenis-jenis cerita yang mirip, tapi gaya ceritanya beda semua.

Karya Megan ini betul-betul diperhitungkan dengan baik dan diatur sedemikian rupa untuk bikin plot yang manis, walaupun memang membuat tornado-tornado kecil di otak karena susah ngertinya. (atau mungkin gw yang terlalu bloon? lol)

Dan keunggulan buku-bukunya Megan adalah bahwa cerita mereka berdiri sendiri-sendiri, ngga nyambunggg terus kaya sinetron. Itulah yang bikin asik, karena ga perlu nunggu-nunggu sampe taon jebot untuk bisa puas dengan akhir cerita. Selalu ada akhirnya, dan walaupun memang agak-agak nyambung dikit-dikit dari buku sebelumnya, tapi cerita-ceritanya ga bergantung sama buku-buku sebelum atau sesudahnya.

Soooo, buat kalian yang suka mythology atau adventure, historical culture, atau cerita-cerita yang agak gelap tapi sesuai dengan umur yang masih hijau, baca deh. Recommended banget, karena memang jarang ada yang mau susah payah mikirin tokoh dengan seksama, plot ruwet, deskripsi, semuanya, dan bukunya masih bisa dianggap one shot!

(apalagi gue dongkol abis sama Michael Scott plus Christopher Paolini yang bikin cerita-cerita yang puuuanjang tapi ngeluarin bukunya nunggu orang jenggotan!!) lol. Just kidding!!

*Great work, Mrs. Megan Whalen Turner! I can’t wait to read the next sequels..!*

NB:

urutan buku-bukunya:

1. The Thief

2. The Queen of Attolia

3. The King of Attolia

4. A Conspiracy of Kings

~oOo~

I hope everyone enjoys the book as much as I did! And remember to tell me your own opinion about the book~!! 🙂 Thanks for reading! 🙂