A review for a review .

Selama ini saya udah menulis 10 review buku. Kata ‘sudah’ mungkin bukan kata yang tepat. ‘BARU’ menulis 10 review. Itu lebih baik, sepertinya.

Tentu saja, saya memang masih pemula sekali. Masih baru bisa ceplas-ceplos seadanya, sesuka saya, tanpa beban.

Yah, jujur saja, memang itulah arti dari sebuah review buku menurut saya. Yang artinya adalah membagikan apa yang saya pribadi rasakan mengenai sebuah buku, apa yang saya alami lewat buku itu, apa yang saya dapatkan, kekurangan buku tersebut menurut saya, dan sebagainya.

Selama ini memang muncul banyak pertanyaan di benak saya. Apakah betul tidak apa-apa mencurahkan segala isi kepala tentang sebuah buku dalam sebuah review? Apa tidak ada batasan apapun? Dan sampai beberapa waktu lalu, saya masih belum menemukan jawaban yang tepat.

Sampai akhirnya hari ini, saya membaca review salah seorang teman. Dia menulis review mengenai sebuah buku yang sebenarnya saya admire. Saya suka. Saya menikmati ketika baca buku tersebut. Bahkan banyak yang setuju memeberi nilai tinggi kepada buku tersebut,dan buku tersebut bahkan berhasil jadi best-seller dalam sebulan!

Tapi teman saya itu malah menganggap buku itu kurang berisi buat dia.

Memang sih, hak dia dan sah-sah saja sebenarnya kalau orang punya selera masing-masing. Tapi di review yang dibuat dia itu juga disebutkan bahwa dia makin kecewa karena seseorang membuat sebuah review dengan spoiler, dan spoiler tersebut dimasukkan ke dalam review-nya tanpa ada peringatan. Dan akhirnya teman saya ini jadi tau ceritanya bahkan sebelum dia membaca dan tambah males bacanya. Saat akhirnya membaca.. malah bikin bete. Feel-nya malah ngga dapet. Dia juga jadi underestimate penulis buku tersebut, yang sudah pernah menulis banyak buku lainnya.

Saat itulah saya seperti kena tamparan. Wah, apa itu review saya yang bikin orang kecewa seperti ini? Itu terlintas dengan cepat di benak saya. Langsung saya mengevaluasi review saya satu-per-satu. Terutama review dari buku yang jadi masalah ini.

Saya jadi kalut. Memang review saya sepertinya tidak mengandung spoiler sih (menurut saya loh).. tapi saya jadi sadar. Sayang banget, kalau sebetulnya orang lain bisa menikmati keindahan sebuah buku tapi jadi hilang minat dan jadi bete sama seorang penulis yang banyak potensinya cuma gara-gara sebuah review semata.

Ini semua jadi pelajaran berharga buat saya. Memang sih semaksimal apapun seorang penulis menulis, pasti ada juga yang kurang sreg sama tulisannya, kurang setuju atau juga kurang menikmati. Mau sudah di munculkan kek mau apa kek yang namanya orang ngga suka ya tetap tidak suka, dan yang suka akan tetap suka! Pasti ada sih kasus-kasus seperti itu. Tapi bukan berarti saya dan semua kita bisa dengan seenaknya bikin review juga, bukan?

Saya jadi belajar harus berhati-hati. Jangan sampai justru karena kelalaian saya, saya  malah bikin orang lain jadi tidak bisa menikmati sesuatu. Jangan sampai saya malah merugikan orang melalui review saya. Memang hal ini sulit dihindari karena namanya masih manusia pasti ada kekurangan. Tetapi selama masih bisa diminimalisir, kenapa tidak?

So at the end.. Kalau selama ini anda merasa review saya agak mengganggu, merusak kenikmatan anda dalam membaca, mohon diberi tahu, dimaafkan dan mohon sarannya juga. Atau jika ternyata review saya masih ada yang perlu ditingkatkan, dimohon sedalam-dalamnya untuk kritik dan sarannya. Saya terbuka kok selama hal tersebut positif 🙂

Semoga review saya untuk review saya sendiri dan mungkin beberapa teman diluar sana bisa berguna 🙂 Happy reading and writing.

may the odds be ever in your favour 🙂